Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

---- /Kak, Aku udah sampai nih di pondok ---- //Selamat menjadi santriwati ya kamu ---- /Hehehehe orang-orang biasanya kalau masuk pondok dari kecil ya, aku malah udah setua ini baru ke pondok pesantren ---- //Ah sama aja, nggak ada larangan orang mau menuntut ilmu di usia berapa pun. Malah bagus buat kamu kan, ngajar di lingkungan yang mendukung kamu buat belajar ilmu agama
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

ujarku dalam batin. Tiba-tiba notifikasi whatsapp berbunyi dan pesan whatsapp dari Nissa. “Assalamualaikum Ki...apakabar? Maaf aku jarang mengabari. Aku sedang sibuk kerja sambil kuliah.” Ucap Nissa. “ Waalaikumsallam, kabarku baik Niss, kamu hilang terlalu lama.” Sahut Rizki. “Iya maaf-maaf, gimana hari kuliah kamu Ki?”
9.73.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Perempuan Bermahar Lima Miliar

Perempuan Bermahar Lima Miliar

Sambil menunjuk-nunjuk remaja tersebut berkata dengan campuran bahasa Sunda, “Tah, manèh, Dayat-Nizar! Dengerin tuh, kata Pak Ustaz juga. Jadi, Kalau diingetan tèh, ulah kumaha karep waè. Kudu didèngèkeun! Belegug sih, saria mah!” (Tuh, kalian, Dayat-Nizar! Dengarkan tuh, kata Pak Ustaz juga. Jadi, kalau diingatkan itu, jangan semau sendiri saja. Harus didengarkan! Sombong banget kalian ini!) Seketika ketiga santri itu saling melempar ucapan. Berdebat tanpa sadar di depan Hamizan yang hanya sedikit memahami bahasa daerah setempat tersebut.
95.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Ustadz Galak

Mengejar Cinta Ustadz Galak

Laila menatap Nayla dari ujung kepala sampai ujung kaki sambil berdecih, “Tak cukupkah kamu mendekati Ustadz Zayyan, dan setelah gagal, kamu malah mendekati Kang Mas saya? Tolong sadari posisi kamu, kamu tidak setara dengan mereka. Lagipula, siapa juga lelaki yang berminat dengan perempuan gatel dan ganjen seperti kamu.” Mata Nayla membulat, dia sama sekali tak pernah menyangka akan mendengar kalimat tak pantas seperti itu yang diucapkan dari mulut seorang santri. Bukankah santri seharusnya mampu menjaga lisannya? Bukankah ajaran untuk bisa menghargai orang lain juga adalah pelajaran dasar yang harus di pelajari pasa santri bahkan dari kelas 1 DTA? “Apa lo bilang hah?” sosok Cassandra yang p
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
NAFKAH YANG KAU MINTA KEMBALI

NAFKAH YANG KAU MINTA KEMBALI

Atau jangan-jangan dia dulu hanya mengangguk-angguk saja, tapi tidak paham maknanya. "Ibu, Fahmi kesini cuma mau numpang makan, aku Fahmi nggak bisa masak. Nasi yang Fahmi masak di megikom, di masukan sabun cuci piring sama Fauzan. Kok maalah di ceramahi panjang lebar begini." Mendengar penuturan Bang Fahmi, sontak aku tertawa hampir saja terbahak. Buru-buru aku tutup mulutku dengan tangan dan berlalri ke belakang, menyusul anak-anak.
9.627.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 918 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Perjanjian dengan Makhluk Gaib

Perjanjian dengan Makhluk Gaib

protes santri putra lain yang kesal dengan sikap Fauzan yang angkuh karena sudah terpengaruh oleh khodam leluhurnya. “Iya, aneh banget, kamu tuh santri jadi harus belajar bicara yang sopan dan enggak boleh angkuh begitu, lagi pula mendengarkan bacaan ayat suci Al-Quran itu bisa mendapatkan pahala, jadi tidak seharusnya kamu mengusir dia, tapi kalau merasa terganggu karena berisik, kamu kan bisa bicara baik-baik, jangan nyolot kayak gitu!" timpal santri putra berpeci hitam. “Terserah gue lah, kalau elu gak suka sama gue, elu pindah pondok aja sana!” ketus Fauzan sambil tersenyum sinis.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Apakah dia sudah berangkat jamaah? Dari speaker masjid tengah melantunkan puji-pujian. Seperti biasa, pujiannya adalah syair Abu Nawas, I’tirof, sebuah pengakuan. Saya masih menantikan datangnya bantuan pengurus untuk membangunkan santri. Kalau hanya saya sendiri, darah saya bisa naik dan tinggi sepagi ini. Saya akui, saya adalah orang yang mudah marah, namun mudah juga turun marahnya. Bahkan, saya mengakui bahwa saya adalah orang yang keras kepala. Tidak mudah menurut dengan perkataan orang lain, apalagi orang yang tidak saya kenal.
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

Tatapannya dipenuhi dengan kilat jenaka sekaligus sinisme yang kentara. Dengan nada mengejek yang sangat kentara dan sudut bibir yang melengkung sinis, Felix bergumam, “Oh, drama apa lagi ini? Kalina, kau benar-benar punya radar penciuman seperti agen rahasia jika menyangkut perpindahan tempat tinggal Damian. Bagaimana bisa kau selalu mendarat di tempat yang salah pada waktu yang salah?”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Cinta Gadis tak Bernasab

Cinta Gadis tak Bernasab

Kedua santri itu mengangguk sopan, lalu ikut-ikutan mengurusi barang belanjaan juga. Alfa tanpa merespon memilih berlalu dari arah dapur. Dua santri usia dua puluhan saling melirik, lalu keduanya menutup mulut agar suara pekikan keduanya tak sampai didengar oleh Alfa. "Masya Allah. Ganteng banget Gus Alfane yoh, Mbak Umma," bisik Laila. "Ho'oh, La, coba aku secantik Mbak Galuh, tak goda itu Gus Alfane," celetuk Umma.
9.835.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 995 kali sebagai kata-kata nahwu ala santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status