DIPTA
Hanya jalan panjang menuju kota lain, bersama seseorang yang sudah terlalu sering ada di ruang hidupnya tanpa ia sadari.
Mobil masih melaju stabil di jalan tol menuju Surabaya. Suara mesin yang konstan, AC yang sejuk, dan ritme perjalanan yang panjang perlahan membuat suasana di dalam mobil jadi lebih hening.
Aira awalnya masih duduk tegak, tangannya sesekali memegang ponsel, lalu menggeser posisi duduk, lalu membuka catatan kecilnya lagi. Tapi semakin lama, gerakannya makin melambat. Matanya yang tadi masih fokus ke layar, mulai sering berkedip lebih lama. “Capek juga ya…” gumamnya pelan, hampir tidak terdengar.
Hot Chapters