Cinta yang Salah
“Alhamdulillah, Dan. Ibu sama ayah sehat semua. Kamu di situ baik-baik saja ‘kan? Jangan lupa shalat ya, Dan? Jangan main sama orang yang nggak jelas. Hati-hati bergaulnya, Dan. Di kota sangat rawan berbuat maksiat. Ibu nggak mau kamu ikut-ikutan.”
Kadang aku sangat bosan mendengar nasihat yang sama. Ibu selalu saja melontarkan tentang persoalan yang itu-itu saja. Jangan lupa shalatlah, jangan bergaul dengan orang yang salahlah, jangan bermaksiatlah dan masih banyak yang lainnya lagi. Itulah yang membuatku betah di sini. Aku bisa bebas sesuka hati. Jadi, aku memilih untuk tetap di sini saja. Entah akan pulang kapan, mungkin jika aku sudah merasa bosan.
Bab Populer