Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Menyedihkan. "Terlihat sendiri tapi bahagia itu lebih baik daripada terlihat bersama tapi tidak bahagia," sindirku balik. "Apa maksudmu?" "Maksudku, aku memang terlihat sendiri. Tapi, aku jauh lebih bahagia darimu," jelasku. "Ha ha ha, sendiri kok seneng. Nggak normal." "Kan, kelihatannya saja sendiri, mana tahu aslinya?"
1065.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Aku pikir aku harus menghancurkan orang lain agar aku tidak dihancurkan. Tapi sekarang aku sadar, itu cara hidup yang paling melelahkan di dunia." Aku tersenyum tipis. Aku meraih ponsel di saku celanaku dan mencatat kalimat itu di aplikasi memo. "Kamu baru saja memberi aku kalimat penutup untuk Bab 468, Raka," kataku. Raka tidak membalas senyumku dengan gaya puitis. Dia hanya mengangguk kecil, lalu berjalan kembali ke dalam menuju ruang tengah.
9.471.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan

“Selama kau tahu dirimu sendiri.” Maris mengangguk pelan. Ia tidak menyadari kapan tepatnya ia mulai mempercayai kata-kata itu, namun sekarang terasa cukup untuk menenangkan pikirannya. Waktu berlalu tanpa terasa, dan perlahan dunianya berubah—lebih kecil, lebih tenang, namun juga lebih sempit.
10961 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Apa yang harus kulakukan? Sepertinya rasa takut ini akan membuatku terjaga kembali semalaman. Aku masih mencoba menenangkan diriku sendiri. "Itu cuma kerjaan orang iseng. Iya cuma orang iseng! Cuma orang iseng!" berpuluh kali aku mengucapkan kata itu, mencoba mensugesti diriku sendiri. Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan

Tak Sudi Merajut Cinta Dengan Mantan

"Mentertawakan dia sama dengan mentertawakan dirimu sendiri." "??" Wanita ini benar-benar pintar melukai hati orang dengan kata-katanya. Kelly duduk dan menuangkan segelas minuman untuk dirinya sendiri dengan santai. Dia baru selesai menari sehingga keringat masih menetes dan napasnya sedikit terengah-engah. Namun, kebebasan seperti ini sangat menyenangkan! "Omong-omong, kenapa kamu ikut ke sini? Bukankah pertemuan makan malammu belum selesai?" tanya Kelly.
9.7383.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.8K kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Tampilkan Ulasan (96)
Baca
+Pustaka
efedrinHCL
ntah kenapa tokoh ibu ibu di sini bikin darah tinggi aja......gimana kalo nadine nggak usah sama arnold ato stendy..jadi wanita single dan mandiri aja deh,repot dapat mertua macam yenny dan inez......
Putri Ramadini Mumpuni
Seperti biasalah...ceritanya emang seru banget tapi banyak kejadian yang terlalu dipaksakan dan muter-muter, cerita yg intinya sebenernya bisa dipangkas 70 chapter panjang, Villains nya terlalu banyak dan overpower..
Baca Semua Ulasan
Rahasia Istri Yang Disakiti

Rahasia Istri Yang Disakiti

Ia mengirim satu pesan, memilih kata dengan hati-hati. Akhir pekanmu semoga tenang. Aku menjaga ritmeku di sini. Seeyana membalas setelah beberapa jam bukan karena menunda, melainkan karena hidup sedang berjalan. Tenang. Jaga tubuhmu. Kita lanjutkan seperti ini.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Jadi Mama Bohongan? Siapa Takut!

Akira mengernyit, mencoba mencerna kata-kata itu. “Cukup jadi diri kamu sendiri,” suara Arka lembut tapi tegas. Sunyi menyelimuti, hanya kalimat sederhana itu yang menggantung di udara. Namun entah kenapa, itu terasa menenangkan. Senyum kecil muncul di bibir Akira. “Iya...” ucapnya pelan. Arka mengangguk santai, lalu menoleh. “Lagipula...” Tatapan Akira menghentikan kata-katanya. “Kalau mereka macam-macam, aku yang hadapi.”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Without You [Indonesia]

Without You [Indonesia]

Ia sendiri juga sama kesalnya pada Dinar yang seperti tidak menganggap ada keberadaan mereka yang mengkhawatirkannya. "Gue kemaren cuman mau coba tenang. Gue mau liburan sendiri, nenangin diri gue dari semuanya. Udah gitu aja." Ujar Dinar menjelaskan maksudnya pergi sendiri begitu saja. Mereka pun menatap Dinar, terdiam. Karena merasa aneh dengan Dinar yang sekarang justru jauh lebih tenang, tidak uring-uringan seperti biasanya. Apa liburan itu benar-benar bisa menenangkan Dinar? Tapi mereka tidak yakin. Keberadaan mereka yang mencoba menenangkan Dinar saja terkadang sama saja, gadis itu masih uring-uringan. Namun kini?
1033.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Oh, My Lawyer

Oh, My Lawyer

Dia tersenyum-senyum sendiri mengingat itu. “Jangan berpikiran mesum, jangan berpikiran mesum. Fokus, kamu harus fokus Keira. Jangan kegatelan, ingat harus jangan kegatelan,” ujar Keira pada dirinya sendiri.“Eh, gatel dikit ga apa-apa sih. Kalau gatelnya banyak bisa ke dokter kulit deh ini, hihihi.” Keira terkikik sendiri merasa dirinya bodoh.“Mending makan deh. Laper euy.”
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kata-kata sendiri lebih tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status