Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CAT-CH ME!

CAT-CH ME!

Untuk ukuran orang kaya, Sada sepertinya cukup merakyat. Aku meraba saku celana untuk memastikan ada uang yang terselip disana. Syukurlah masih ada uang lima ribu yang sepertinya sudah tercuci berkali-kali. Aku bisa memesan teh hangat. "Nasi uduk dua buk. Minumnya teh hangat." Ucap Sada "Teh hangatnya dua ya buk," tambahku pada ibuk pemilik warung. Tidak heran sih porsi makan Sada sebanyak itu jika dilihat dari badannya yang tinggi besar. Mungkin seporsi nasi uduk akan kurang untuknya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

Pintu terbuka dan terlihat deretan teh kotak membuat mata Alifian membeliak dan berjalan mendekat. "Ayah, kok banyak banget teh kotaknya? Ini sengaja kah?" cerca Alifian. "Bukan sengaja, tetapi ayah juga suka minum teh kotak, Lho!" ungkap Bagaskara. "Wah rupanya kita miliki selera yang sama. Ini jika bunda tahu pasti makin gemes sama kita," balas Alifian.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Fall for Summer

Fall for Summer

Clarissa membawakan gelas teh ketiga, menaruhnya di meja, "kalau aku sih--" "Selamanya kopi," sambungku, "terima kasih." "Kapan saja. Kenapa?" "Aku memilih teh karena, oke, kopi mengandung kafein yang merangsang susunan saraf pusat dan mempercepat jantung; teh memang ada kafeinnya, tapi teh juga punya katekin yang bersifat antimikroba, antiradiasi, memperkuat pembuluh darah, melancarkan air seni, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Intinya, aku hanya ingin bekerja dengan fokus, tapi ketika melihat ranjang, aku bisa tidur dengan cepat."
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
PENDEKAR KAISAR RASKAR

PENDEKAR KAISAR RASKAR

sahut Raskar tampak terkejut. Dia mempersilahkan ibunya untuk duduk di mana dia juga menuangkan secangkir teh khas Kota Kabeh. Ibunya yang sudah duduk mencium aroma harum dari cangkir itu. Dia mengambilnya dan mencoba untuk meminumnya. “Hmm! Enak sekali rasanya! Ini teh apa?” tanya Natasha tampak tidak bisa menahan diri. “Ini Teh Merti yang khas dari Kota Kabeh, Bu!” jawab Raskar yang sudah duduk dekat ibunya.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Vesna cukup bijak untuk tidak tersentak ngeri, meskipun mulutnya mungkin sama ternganganya dengan mulutku. "Aku terlihat secantik itu, ya?" Indie bersenandung. Dua pelayan mengikutinya masuk, membawa sebuah kotak besar yang diikat pita satin merah. "Apa ini?" tanyaku ketika mereka meletakkannya di salah satu meja teh. Indie menggodaku dengan alis terangkat sempurna. "Buka." Aku sudah di meja dengan dua langkah, mengangkat tutup kotak berlapis kulit itu. Aku menarik napas saat melihat isinya.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Matanya meneliti satu per satu produk yang tersusun rapi di sana. "Coklat atau strawberry, As? Atau mau ini nih? Yang rasa jeyuk?" Suara Bayu membuat beberapa orang menoleh ke arah mereka lalu tersenyum. Begitupun Asih yang merasa hangat menjalar di wajah dan tubuhnya, hingga tak sadar membuat kedua pipinya merah bak udang rebus. Bayu meletakkan beberapa kotak susu dengan varian beragam. "Biar nggak bosen sama satu rasa," ucapnya kembali mendorong kereta belanja itu ke arah lain.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
KITA & MASA LALU

KITA & MASA LALU

Teman kesatu Theo tampak berpikir. "Di kosan gua," balas Theo pada teman kesatunya. "Oh iya bener. Di kosan lu. Tapi bentar deh. Bukannya lu suka itu cewek ya?" "Iya." "Serius? Saingan dong lu sama pelatih Adek gua?" Teman kedua Theo tertawa. "Kayanya iya," jawab Theo seraya beranjak. "Woi, mau ke mana lu? Jangan nyari gara-gara udah. Gua jadi tim hore aja kalo lawannya sekelas pelatih Muay Thai." Teman kedua Theo masih tertawa.
9.83.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

“Maaf ya lama.“ “Enggak papa, kok. Masih sabar.“ “Baguslah. Di minum tehnya!“ suruhnya dengan meletakkan secangkir teh ke hadapanku. Aku meraihnya dan langsung menyesap perlahan hingga tandas. Ada satu yang membuatku penasaran. Rasa teh ini kok aneh, enggak seperti biasanya. “Teh apa ini?“ “Teh Tanjung. Enak kan?“ “Ehm iya sih, tapi rasanya aneh.“ “Itu perasaan kamu saja kali, saya langganan beli merk ini.“ “Owh, ya. Mbak tak kasih tahu ya. Bayu itu sering mengeluh loh. Katanya Mbak nggak pernah memuaskan di ranjang gitu.“ “Terus jajan di kamu?“
1062.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Kata Cinta Membuat Sakit Hati

Keesokan harinya, seperti yang dijanjikan, aku membawakan makanan untuk Bella. Malam kedua, Joshua masih belum pulang juga. Siang di hari ketiga, saat aku turun membawa kotak makan, aku melihat Joshua berdiri di pinggir jalan menungguku. Dia bersandar di pintu mobil sambil merokok, wajah sampingnya tampak tampan. Aku tak menyangka dia akan datang tiba-tiba. Aku merasa cukup terkejut. Namun, pria itu langsung berjalan ke arahku, mengambil kotak makanan dari tanganku, lalu berkata, "Terima kasih atas kerja kerasmu …."
14.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Mencari Suamiku yang Hilang

Mencari Suamiku yang Hilang

Puji Nikil. "Kayaknya rasa teh sama saja deh." Jawab Amira. "Kamu salah. Teh itu banyak macam rasanya. Ada teh hitam, teh hijau, teh melati. Dan yang paling manis itu Teh Mira." Ucap Nikil menggodanya. "Kamu bisa saja." Jawab Amira. Mereka berdua berbasa-basi sambil menikmati minuman teh hangat. Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul sepuluh siang. Perut Amira pun terdengar keroncongan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kata kata teh kotak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status