Hati yang Terbagi
pesan Tante Irma, seolah dia benar-benar tak ingin lagi bertemu denganku, begitu hinanya diri ini.
Di sepanjang jalan aku menangis, meraung-raung sambil memukul stir mobil yang meninggalkan rasa sakit di tangan. Tapi, itu belum sanggup membuat hati ini puas. Benar-benar kemilaunya dunia membuatku lupa. Alina, wanita yang seharusnya kujaga sepenuh hati. Berlian yang meski datang belakangan setelah Siti, jauh lebih baik dan berharga. Namun, kini dia pun sudah menjadi milik orang. Hinaaku padanya juga pasti sangat melukai perasaannya. Aarggghh! Kenapa aku sejahat itu.
Aku sampai di hotel tempat kami nginap. Walau tak banyak, tapi yang dua puluh juta ini bisa aku gunakan untuk membayar tagihan t