AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
kata Satria cepat.
“Enggak, Saka anaknya Mama!” balas Saka keras kepala.
Satria menahan tawa. “Mau naik jeep enggak?”
“Mauuu!”
“Jadi, Saka anaknya siapa?”
“Papaaaa!”
“Pintar,” puji Satria dengan wajah penuh kemenangan.
Kanaya hanya geleng kepala. “Cuci kaki, tangan, sama muka ya, Mas. Aku cariin kaus buat ganti. Kotor banget tuh.”