Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Katakan Saja Ini Takdir

Katakan Saja Ini Takdir

odipee
"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.
1019.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 727 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Pacarku meninggal karena sakit. Sebelum menghembuskan napas terakhir, dia menitipkan satu-satunya adik lelakinya, Dilan Pratama, kepadaku. Aku membiayai kuliahnya hingga lulus, bahkan membantunya mendirikan perusahaan. Namun, suatu malam, setelah dia pulang dari jamuan dan mabuk berat, kami justru berakhir di ranjang yang sama. Saat aku masih diliputi kebimbangan tentang hubungan kami, pandanganku terhenti pada sebuah foto diriku yang dia pajang di meja kerja. Di sampingnya, tergeletak sebuah cincin pertunangan. Hatiku bergetar hebat. Dengan perasaan penuh harap, aku mendorong pintu ruang istirahat untuk mau membicarakan hubungan kami. Namun, begitu pintu terbuka, sebuah kamisol putih jatuh tepat di kakiku. Aku tertegun di tempat. Sementara Dilan buru-buru menyelimuti tubuh asisten wanitanya yang panik. "Riana, nggak bisakah kamu mengetuk pintu dulu?" Wajahku mendadak pucat. Aku melangkah mundur dengan kikuk, tetapi langkahku tertahan oleh suara pelan sang asisten. "Kak Riana, bisa tolong ambilkan pakaianku?" Aku tidak memedulikan sorot permusuhan di matanya. Sambil berusaha menutupi kegugupanku, aku melemparkan pakaiannya ke tempat tidur, lalu buru-buru melarikan diri. Begitu keluar dari gedung perusahaan, ponselku berdering. Peneleponnya adalah Dilan. "Kak Riana, lain kali jangan seenaknya membuka pintu kamarku." Aku hanya tertawa kecil dan mengiyakan. Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melangkahkan kaki ke dalam dunianya.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
RESTU

RESTU

No Vel Crystal
Mungkinkah aku meminta kisah kita selamanya tak terlintas dalam benakku bilah hari ku tanpamu, segala cara telah ku coba pertahankan cinta kita selalu ku titipkan dalam doa ku tapi ku tak mampu melawan Restu- batin Aloe mengikuti lirik lagu yang ia dengar. "Jika hal terbaik dalam hidup adalah cinta maka hal terburuknya adalah rasa tak terbalaskan"- Lion cassanova
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Cruel Boy

Cruel Boy

Nurul Haruna
(SEBUAH LIRIK LAGU YANG SAYA TUANGKAN MENJADI SEBUAH CERITA) “Save me if I become, My demons.” Kegelapan adalah hidupnya, tanpa ada kehangatan keluarga yang memahami dirinya. Menyedihkan bukan? Memiliki tatapan dingin, kejam, dan tak terbantahkan. Banyak orang yang menjauhinya, dan dia menjadi buronan polisi. Setiap hari, tubuhnya selalu bermandikan darah dari korban pembantaiannya. Siapa pun yang mengusiknya, akan mati tersiksa.
9.725.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 900 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Penantian Sia-sia, Aku Bukan Orangnya

Penantian Sia-sia, Aku Bukan Orangnya

Aku memohon pada suamiku sampai 99 kali, memintanya menemaniku menonton konser Jay. Pada permohonan ke-100 kali, akhirnya dia membeli dua tiket barisan depan. Aku yang sudah berdandan rapi justru dicegat satpam di pintu masuk karena tidak bisa mengeluarkan tiket. Sampai konser bubar, aku juga tidak berhasil menghubunginya. Berita tentang suami dan pacarnya yang memesan lagu "Sunny Day" pada konser Jay masuk ke trending topic. Di lirik "Sunny Day" tidak ada hujan, karena hanya duniaku yang diguyur hujan deras.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Wanita Kedua

Wanita Kedua

Nazeela Sahara tak pernah mengira akan menjadi madu dari wanita yang sudah seperti saudara sendiri. Mati-matian dia menolak ide tersebut, tetapi wanita itu mengungkit jasanya kepada keluarga Nazeela. Apakah Nazeela bisa bahagia, hidup bersama pria yang ternyata memiliki siasat licik di balik kesediaannya menikahi gadis tersebut? Sementara jauh di relung hati dia memiliki cinta tersembunyi untuk pria lain. Apakah kisah cinta Nazeela bisa seindah simfoni yang sering dia senandungkan? Atau hanya irama tanpa lirik dan tak berjiwa?
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
LANGIT KABUT CAMELIA

LANGIT KABUT CAMELIA

Emhaf
Camelia datang sebagai angin di antara kabut. Ia memilih wujud sebagai manusia sebagai lirik dari Nyanyian Jiwa. Perjalanannya dalam alam kehidupan manusia adalah peta takdir yang harus diarunginya dengan seorang lelaki jelmaan selembar daun. Kehidupannya sejumlah butiran pasir yang tersisa pada siluet di pipi kirinya. Sudah sekian lama, lelaki selembar daun tak juga ditemukannya. Takdirnya sebentar lagi harus berakhir dan mengubahnya sebagai pasir jam waktu. Ketika ia sudah pasrah dan menyerah, masa depan dan masa lalu bertabrakan, mempertemukannya dengan Gavin, lelaki yang memiliki tanda jam pasir kosong di pipi kanannya. Mulai dari sana petualangan romansa ini akan menggemuruhkan langit dan menggetarkan bumi.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Om Duda, Nikah Yuk!

Om Duda, Nikah Yuk!

"Om Duda, nikah yuk!" kata Amel dengan gaya tengilnya dan mengedipkan mata kepada Raffa. "Apa yang kamu katakan, Kaki Pendek!" hardik Raffa gemas, ia mendekat dan menoyor kening Amel.
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 486 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
CERAI

CERAI

Zahraa
Bu,tolong katakan dimana Zaira? Lalu dimana anakku? Tolong bu,pertemukan aku dengan mereka." Aku menyesal atas semua perbuatanku " Kau datang baru sekarang? Kemana kau selama Zaira membutuhkan mu??..
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 251 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Hatinya Memohon, Tangannya Merusak

Pada makan malam keluarga hari Minggu lainnya di kediaman Brahmani, asisten Luca Brahmani, Eva Miskandar, sedang duduk di kursiku. Tempat itu adalah kursi pertama di sebelah kanan Luca di meja makan panjang dari kayu walnut. Kursi itu diketahui semua orang di dunia mafia Kota Chicandi sebagai milik Nyonya Brahmani. Eva duduk di sana seolah-olah kursi itu memang terlahir untuknya. Pergelangan tangannya yang pucat, sesekali menyentuh lengan baju Luca saat dia menuangkan anggur untuk pria itu. Aku berdiri di ambang pintu dan menatapnya. "Dia duduk di kursiku. Nggak ada yang ingin kamu katakan?" Luca mengangkat pandangan. "Kamu terlambat. Jangan salahkan orang lain karena duduk duluan. Masih ada kursi kosong di sana. Kalau mau, duduklah. Kalau nggak, keluar." Ruang makan itu langsung sunyi senyap. Bahkan sebelum sempat menjawab, isi pikirannya sudah masuk ke telingaku. 'Vivian, jangan pergi. Duduklah di sampingku. Katakan pada mereka itu kursimu. Katakan kalau kamu masih ingin menjadi istriku.' 'Tolong marah. Tolong bersikap peduli. Katakan kalau kamu butuh aku dan aku akan memberikan seluruh dunia untukmu.' Dulu, pikiran yang lembut itu telah membuatku merasa lebih dari cukup. Aku pasti akan menerima penghinaan ini dan tetap tinggal di sisinya seperti anjing setia yang tidak tahu kapan harus pergi. Namun kali ini, aku tidak melakukannya. Aku melepaskan cincin pernikahan dari jariku dan meletakkannya di atas meja. "Kalau Keluarga Brahmani bahkan nggak bisa mempertahankan kursi seorang Nyonya untukku, kurasa keluarga ini sudah nggak butuh seorang Nyonya lagi. Luca, mari kita bercerai."
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai katakan lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status