Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perawan Rasa Janda

Perawan Rasa Janda

“Kita harus bicara!” ***
1038.1K viewsCompletedAdded to Library 952 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
SARANG PREDATOR

SARANG PREDATOR

Adib akhirnya memberiku nomor teleponnya setelah kami berhubungan intim, dan saat aku menekan nomor itu untuk pertama kalinya, aku tidak percaya inilah alasannya. “Hei, kau,” dia menyapa, setelah mengangkat telepon. “Dib, aku ingin bicara kepadamu. Kita bisa bertemu?” “Sekarang?” “Ya, sekarang. Ini penting.” “Sebenarnya aku sedang ada urusan. Bisakah kita membicarakannya nanti malam?” Aku menunduk, lalu membuang napas. “Tidak, ini harus kita bicarakan sekarang.”
1024.2K viewsCompletedAdded to Library 580 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Pernikahan Ketiga

Pernikahan Ketiga

bentaknya seketika. “Aku juga tidak mau berlama-lama di sini, tetapi kita harus bicara, Nona Kayra!” “Apa lagi yang ingin kamu bicarakan? Lagian teman-teman kamu sudah tidak ada lagi dan aku sudah tidak perlu berbohong lagi,” sahutnya lantang.
1010.5K viewsOngoingAdded to Library 273 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Bukan Salesman Biasa

Bukan Salesman Biasa

“Sore juga Pak Prama, tidak masalah. Bapak mau ke mana kok lewat sini?” “Menemui anda Pak, ada yang akan saya bicarakan dengan Pak. Bisa kita bicara sebentar?” “Dia bisa sakit jika tidak bicara denganmu sehari saja,” ujar Kakek, ia gemas dengan tingkah Prama. “Mau bicara apa ya Pak maksud saya ini sudah sore dan anda terlihat lelah, jika ingin bicara sebaiknya b-“
3.0K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Aku berbicara lirih, "Tiket pesawat dari Jerman hari ini." Tubuh Bakti menegang, dia menoleh ke arah Kinan. "Kamu nggak kenal putri Pak Rudhi? Dia itu sepupumu!" Nathan tidak ingin membuang-buang waktu dengan mereka dan mengeluarkan ponselnya. "Aku di lobi Cakra Group. Amankan situasi dalam tiga menit." Kinan masih bersikap keras kepala, memaksa dirinya untuk tenang. "Terus saja pura-pura."
11.4K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

“Maksudnya?” “Iya, masalahku sekarang, pengen ngobrol sama kamu.” “Ya ampun… ada-ada aja sih, Aizar…” “Hahaha…” “Ya udah, ini kita sudah ngobrol, jadi masalahmu sudah selesai, kan?” “Nggak ah, pengin ngobrol yang lebih lama sambil minum kopi.” “Ya ampun, Aizar… kenapa nggak langsung bilang aja sih kalau mau ngajak keluar. Ya sudah, kapan?”
1039.6K viewsCompletedAdded to Library 791 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

"Bisa... kita bicara sebentar?" Dia ragu sejenak, lalu mengangguk. "Aku akan pesan makan malam dan kembali dalam beberapa menit." Saat dia pergi, aku narik napas panjang. Apa yang sedang kulakukan? Kenapa aku minta bicara? Bukankah lebih mudah dan lebih aman untuk tetap jaga jarak? Biarkan malam ini lewat dan besok cari cara pulang tanpa komplikasi lebih lanjut?
1032.0K viewsCompletedAdded to Library 639 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Terikat Obsesi Sang Billionaire

Terikat Obsesi Sang Billionaire

"Tentu saja. Aku lupa siapa yang sedang aku ajak bicara." "Kita punya acara resepsi dalam satu jam. Berhenti bersikap sensitif dan siapkan wajah bahagiamu. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai."
386 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

" Ortu ku tu sensitif kalau aku bicara, jadi " "Jadi apa?" "Malu gitu kalau bicara, kecuali aku ajak teman aku udah di rumah baru aku bicara" "Lagian kamu mau ketemuan buat apa sih?" "Mau kenal aja, siapa tau dia mau jadi pacar aku upss hhee" "Belum tentu juga, lagian cuma penasaran aja palingan" "Ia sih, mengagumi saja dalam diam"
4.2K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
Pelatih Renang Idaman Para Sosialita

Pelatih Renang Idaman Para Sosialita

Aku menoleh sekilas ke layar ponsel yang terpasang di holder motor, nama Raka tertera jelas di sana. Aku segera mengangkatnya. "Halo, Kak?" Suara di seberang terdengar singkat, tanpa basa-basi. "Dion, sekarang juga datang ke café yang biasa. Jangan tunda. Ini penting. Ada yang gue mau sampaikan." Aku spontan mengernyit. "Ada apa, Kak? Lo kedengaran serius banget." Namun Raka tidak menjawab pertanyaanku. Suaranya hanya semakin menekan, "Pokoknya lo datang. Kita harus bicara langsung. Jangan lama. Gue tunggu."
1065.5K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kau ajak bicara seketika
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status