Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perawan Rasa Janda

Perawan Rasa Janda

“Kita harus bicara!” ***
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 950 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
SARANG PREDATOR

SARANG PREDATOR

Adib akhirnya memberiku nomor teleponnya setelah kami berhubungan intim, dan saat aku menekan nomor itu untuk pertama kalinya, aku tidak percaya inilah alasannya. “Hei, kau,” dia menyapa, setelah mengangkat telepon. “Dib, aku ingin bicara kepadamu. Kita bisa bertemu?” “Sekarang?” “Ya, sekarang. Ini penting.” “Sebenarnya aku sedang ada urusan. Bisakah kita membicarakannya nanti malam?” Aku menunduk, lalu membuang napas. “Tidak, ini harus kita bicarakan sekarang.”
1024.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Pernikahan Ketiga

Pernikahan Ketiga

bentaknya seketika. “Aku juga tidak mau berlama-lama di sini, tetapi kita harus bicara, Nona Kayra!” “Apa lagi yang ingin kamu bicarakan? Lagian teman-teman kamu sudah tidak ada lagi dan aku sudah tidak perlu berbohong lagi,” sahutnya lantang.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 272 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Bukan Salesman Biasa

Bukan Salesman Biasa

“Sore juga Pak Prama, tidak masalah. Bapak mau ke mana kok lewat sini?” “Menemui anda Pak, ada yang akan saya bicarakan dengan Pak. Bisa kita bicara sebentar?” “Dia bisa sakit jika tidak bicara denganmu sehari saja,” ujar Kakek, ia gemas dengan tingkah Prama. “Mau bicara apa ya Pak maksud saya ini sudah sore dan anda terlihat lelah, jika ingin bicara sebaiknya b-“
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Aku berbicara lirih, "Tiket pesawat dari Jerman hari ini." Tubuh Bakti menegang, dia menoleh ke arah Kinan. "Kamu nggak kenal putri Pak Rudhi? Dia itu sepupumu!" Nathan tidak ingin membuang-buang waktu dengan mereka dan mengeluarkan ponselnya. "Aku di lobi Cakra Group. Amankan situasi dalam tiga menit." Kinan masih bersikap keras kepala, memaksa dirinya untuk tenang. "Terus saja pura-pura."
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Liontin Pemikat Hasrat

Liontin Pemikat Hasrat

“Maksudnya?” “Iya, masalahku sekarang, pengen ngobrol sama kamu.” “Ya ampun… ada-ada aja sih, Aizar…” “Hahaha…” “Ya udah, ini kita sudah ngobrol, jadi masalahmu sudah selesai, kan?” “Nggak ah, pengin ngobrol yang lebih lama sambil minum kopi.” “Ya ampun, Aizar… kenapa nggak langsung bilang aja sih kalau mau ngajak keluar. Ya sudah, kapan?”
1039.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 782 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

"Bisa... kita bicara sebentar?" Dia ragu sejenak, lalu mengangguk. "Aku akan pesan makan malam dan kembali dalam beberapa menit." Saat dia pergi, aku narik napas panjang. Apa yang sedang kulakukan? Kenapa aku minta bicara? Bukankah lebih mudah dan lebih aman untuk tetap jaga jarak? Biarkan malam ini lewat dan besok cari cara pulang tanpa komplikasi lebih lanjut?
1031.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Terikat Obsesi Sang Billionaire

Terikat Obsesi Sang Billionaire

"Tentu saja. Aku lupa siapa yang sedang aku ajak bicara." "Kita punya acara resepsi dalam satu jam. Berhenti bersikap sensitif dan siapkan wajah bahagiamu. Perang yang sebenarnya baru saja dimulai."
343 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Suara Hati Adik Remaja

Suara Hati Adik Remaja

" Ortu ku tu sensitif kalau aku bicara, jadi " "Jadi apa?" "Malu gitu kalau bicara, kecuali aku ajak teman aku udah di rumah baru aku bicara" "Lagian kamu mau ketemuan buat apa sih?" "Mau kenal aja, siapa tau dia mau jadi pacar aku upss hhee" "Belum tentu juga, lagian cuma penasaran aja palingan" "Ia sih, mengagumi saja dalam diam"
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Pelatih Renang Idaman Para Sosialita

Pelatih Renang Idaman Para Sosialita

Aku menoleh sekilas ke layar ponsel yang terpasang di holder motor, nama Raka tertera jelas di sana. Aku segera mengangkatnya. "Halo, Kak?" Suara di seberang terdengar singkat, tanpa basa-basi. "Dion, sekarang juga datang ke café yang biasa. Jangan tunda. Ini penting. Ada yang gue mau sampaikan." Aku spontan mengernyit. "Ada apa, Kak? Lo kedengaran serius banget." Namun Raka tidak menjawab pertanyaanku. Suaranya hanya semakin menekan, "Pokoknya lo datang. Kita harus bicara langsung. Jangan lama. Gue tunggu."
1064.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai kau ajak bicara seketika
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status