Makanan yang Tak Pernah Sampai Di Hadapannya
Di rumah tidak ada uang.
Aku menangis sambil membongkar setiap sudut, lalu mengeluarkan buntalan kain merah itu. Gelang emas peninggalan ibu, mas kawinku dan satu-satunya kenangan terakhir. Aku menggadaikan gelang itu untuk menukar obat, menyodorkannya ke depan dia sambil memohon agar dia minum tepat waktu.
Saat itu, tatapan matanya begitu penuh kasih. "Sabrina, kamu baik sekali sama aku. Tunggu sampai aku bangkit lagi, pasti aku belikan kamu serumah penuh gelang emas."
ตอนยอดนิยม