LAILA
Bias Sastrakepala terasa melayang dan mata terasa berattidur tapi merasa sadarkenapa tidur suka kagetkabur matanya karena hendak pingsan
Tapi, ada satu hal yang membuatku sangat penasaran di ruangan ini.
Tepat di depan atap yang terbuka ketika bang Jarwo melompat kemarin itu, ada sebuah tanah kosong yang ukurannya tidak terlalu besar serta pohon bekas ditebang yang lumayan besar dan dikelilingi oleh pagar-pagar berkawat tinggi yang lagi-lagi digembok. Sepertinya pohon tersebut sangat dilindungi bahkan pagar berkawat ini lebih kokoh daripada pagar yang ada di depan rumahku ini. Entah mengapa seketika perhatianku hanya tertuju pada pohon ini, seperti ada daya tariknya tersendiri.
“Jangan terlalu dilihat kali." aku pun yang agak melamun karena memperhatikan pohon tersebut, terkejut dengan teguran bang Jarwo.
Hot Chapters