Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Brakkk Sebuah pintu besar terbuka secara tiba-tiba, sebuah pintu yang terbuat dari kayu jati, dengan gagang pintu yang terbuat dari besi bulat yang sangat berat. Rumah yang megah dengan pagar bambu yang membentang mengelilingi rumah tersebut. Sebuah gapura besar dengan atap rumbia menjadi pembatas antara jalan dan halaman rumah itu.
10126.6K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kawat bronjong pagar
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Sentuhan Adik Sahabatku

Sentuhan Adik Sahabatku

“Birru bisa ngecat?” Jennar tersenyum kecil. “Bisa, Ma. Nanti aku bantu. Sekalian pagar juga. Biar rapi, dan cakep.” Priska terkekeh pelan, lalu menggeleng. “Jen, itu luas. Pagar juga panjang. Mending panggil orang saja.” Ia menunjuk pagar besi yang catnya mengelupas, memperlihatkan karat di sela-selanya. “Ada Kang Uus, langganan ibu-ibu komplek sini. Seratus lima puluh ribu sehari. Mungkin butuh dua sampai tiga hari.”
1019.2K viewsOngoingAdded to Library 671 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Namun kemampuannya dalam merobek tubuh siluman pasti akan sangat membantu pertahanan di Benteng Utara. Talang Mayan juga menyerahkan satu gulungan lain kepada Riwon. Kali ini bukan rancangan senjata biasa yang diberikan pemuda itu, melainkan alat untuk memperkuat benteng pertahanan. Bentuknya seperti menara, yang dibuat dengan logam pada bagian atasnya. Logam yang digunakan berjenis tembaga, bukan besi atau pula baja seperti rancangan sebelumnya.
104.9K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

Pagar rumah Matari yang terbuat dari campuran besi tegak dan tanaman, penuh dengan motor-motor para penghuni warnet Bang Fachri yang tidak cukup menampung di seluruh halaman rumahnya. “Makasih ya, Rai. Habis ini lo langsung balik atau ke Ayla lagi?” tanya Matari sambil turun dari motor Arai. “Baliklah, kan masih ada Choki di sana,” jawab Arai. Matari akhirnya mengangguk mengerti kemudian berpamitan sambil membuka pagar rumahnya. “Eh, Ri, tunggu dulu, gue mau ngomong. Jangan masuk dulu,” kata Arai.
12.7K viewsCompletedAdded to Library 393 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
POLIGRAF

POLIGRAF

Hanya beberapa meter saja dari mereka, bangunan mirip gudang dengan pagar kawat, pintu besi besar, dan gembok yang semuanya berkarat dengan congkak mewujudkan dirinya, seolah menantang orang-orang yang datang itu. Herli memberi isyarat dan puluhan pria berjas hitam itu berlari merobek ilalang ke segala arah, mengelilingi pagar kawat karatan di sekeliling markas seperti perlindungan berlapis seraya menyiagakan pistol di tangan masing-masing, moncongnya mengarah ke markas bekas gudang itu. Begitu semuanya sudah siap di posisi, Fikri dan Citra, dengan Herli sendiri sebagai pengawalnya, mengarungi padang ilalang menuju pintu besi besar berkarat.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

Pasangan Kencan Butaku Ternyata Bos di Tempat Kerja

jarak antara dinding ruko dan pagar itu kurang dari satu meter, Frans menggunakan kedua kakinya yang bertumpu pada dinding ruko dan dinding pagar, perlahan menaikkan kakinya. Bram cukup terkesima dengan fisik Frans yang masih prima menjelang usia empat puluh tahun, lelaki itu memang menyukai olah raga alam seperti panjat tebing. "Hati-hati!" seru Bram saat Frans mulai memotong kabel dan percikan api yang cukup besar mengejutkan mereka. "Kabelnya cukup alot," keluh Frans. "Pakai tenaga yang besar, melenceng sedikit, apes kamu!" ujar Lingga membuat Bram melotot ke arah lelaki itu, tetapi Frans tidak menghiraukannya dan terus fokus memotong kabel itu.
9.9270.7K viewsCompletedAdded to Library 8.1K Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
Terjebak Dendam dan Gairah

Terjebak Dendam dan Gairah

Rumah besar itu berdiri kokoh dan angkuh di tengah pekarangan luas yang basah oleh gerimis. Pagar tinggi berlapis baja berdiri tegak mengitari seluruh area, dihiasi kawat berduri di atasnya. Kamera pengawas menatap setiap sudut, lampu taman menyoroti jalan setapak berlapis batu, menciptakan bayangan panjang yang bergerak samar tertiup angin.
1034.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali

Sebuah menara pengawas beton setinggi dua lantai berdiri di tengah area dengan satu senapan mesin berat menghadap langsung ke wilayah Keluarga Mahardika. Pagar kawat berduri mengelilingi kompleks itu, pintu masuk dijaga barikade kayu. Luas keseluruhan benteng sekitar tiga puluh meter persegi. Dari beberapa bayangan yang bergerak di dalamnya, Arka memperkirakan terdapat lima belas hingga dua puluh personel, dengan sebagian besar masih beristirahat di barak.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 633 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

“Dan untuk pagar, aku sarankan tembok setinggi dua setengah meter, ditambah tanaman rambat yang rimbun di sisi luar. Selain aman, juga menyembunyikan pandangan orang asing dari luar. Tidak ada celah yang bisa digunakan untuk mengintai dari kejauhan.” Lusty tersenyum bangga. “Pikiranku sama persis denganmu. Aku juga ingin kebun di sisi kiri ditanami pohon buah-buahan dan sayuran seperti yang kamu inginkan. Nanti kita bisa memanen hasilnya sendiri.”
10839 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

Tidak ada jalan keluar. “Kita terjebak!” Marco panik. Rhea menggeleng cepat. “Tidak. Kita panjat!” Aldric melihat pagar itu penuh dengan kawat berduri di bagian atas. “Dan bagaimana kita melewati kawat itu?” Rhea tersenyum kecil, lalu menarik sebuah papan kayu panjang yang tersandar di dinding. Ia melemparkannya ke atas pagar, menutupi sebagian kawat berduri.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as kawat bronjong pagar
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status