SANG PENANTANG WURAKE
Salah satu dari mereka suara tangisnya bahkan terdengar serak, mirip orang sesenggukan setelah cukup lama menangis.
"Kak, mereka kenapa? Maksudku, apa ada yang bisa aku bantu?"
Kali ini aku bertanya tentang bayi-bayinya, tapi perhatianku justru kembali tertumpu pada Zarima. Wajah lelahnya tampak kusut, matanya berkaca-kaca dan agak bengkak. Mungkin dia juga sudah letih menangis.
Surainya berantakan kemana-mana. Tangan hingga bibirnya yang terus saja sibuk menenangkan bayi-bayinya, tampak gemetaran.