Poison (Racun untuk Maduku)
Kupersembahkan seringaiku pada Harum, “lihatlah … tidak ada lagi surat kuasa di antara kita. Kau tak akan pernah mendapatkan harta kekayaanku!”
Jelas, Harum menjadi sangat marah, wajahnya merah padam bagaikan iblis. Dia menatapku tajam, seperti harimau hendak menerkam mangsa. “Tak apa-apa, aku bisa buatkan yang baru. Dan kau bisa menandatanganinya nanti,” balasnya begitu tenang, berbanding terbalik dengan suasana hati yang ditunjukkannya. “Lagipula, aku hanya tinggal membunuhmu. Tak perlu surat kuas. Lebih baik seperti itu, bukan? Setelah kuambil semua harta kekayaanmu, bukankah lebih baik kau mati saja ketimbang harus hidup menderita dalam kemiskinan?” lanjutnya mengancam, sekaligus menyind
Hot Chapters