Menjadi Istri Kesayangan Kapten Adnan
“Wisma di sekitar sini kondisinya tidak sebaik Wisma Biro Konservasi Air. Harganya lebih mahal, tapi fasilitasnya buruk. Makanan kurang enak, kamarnya sempit, dekorasinya seadanya, bahkan tidak ada televisi. Kalau Ibu memang ingin dekat, aku bisa batalkan pesanan di wisma itu. Tapi, jangan menyesal kalau ternyata tempatnya jauh lebih buruk. Bagaimana?”
Mendengar kata tidak ada televisi, wajah Laras langsung kaku. Julian sudah sejak awal bersikeras ingin tempat yang dilengkapi TV. Tanpa itu, semua rencana akan berantakan.
Ia pun menggeleng pasrah. “Kalau begitu, biar jauh pun tak masalah. Aku memang tidak bisa sering pulang untuk merawat ayahmu. Mulai sekarang, itu tanggung jawabmu.”
Bab Populer