Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Tuhan, matanya. Matanya merah, gelap, dan berkabut oleh badai emosi yang menakutkan. Tidak ada cinta di sana. Tidak ada kehangatan. Hanya ada campuran mematikan antara rasa sakit hati, kecurigaan, dan amarah yang siap meledak. "Berapa minggu?" tanyanya. Suaranya rendah. Berbahaya. Seperti geraman harimau yang sedang mengintai mangsanya sebelum menerkam.
9.468.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Cinta Wanita Matre

Cinta Wanita Matre

Hanya ada kemarahan, kebencian, dan kekecewaan. TBC..
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

Warnarish Merah : Karmin Kromsin Karmin yakin ia tidak terlalu tertarik dengan api. Tapi kenapa tiba-tiba lampu lilin itu menyala padahal ia tidak mau menyalakannya? Kadang tangan dan bajunya tiba-tiba terbakar dan hilang padahal ia belum memadamkannya. Ia juga merasa napasnya seperti bau kebakaran. Karmin yakin warna merah mempunyai banyak arti, tapi bukan selalu kebakaran dan api. Pernah ia merenggangkan kedua tangannya kedepan lalu bola api meluncur begitu saja, untung bola itu mengarah ke danau merah. Ia begitu ketakutan waktu itu. Sikapnya yang selalu ceria dan suka melawak tiba-tiba berubah menjadi anak yang pendiam. Ia lebih suka menyendiri. Teman-temannya mengkhawatirkannya, tapi Kar
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Argh! Tangan Bayu menyapu meja kerja. Kertas berhamburan, barang lain juga turut terlempar dan berserakan di lantai. Dengan mata yang memerah dan rambut berantakan yang terus diacak-acak tanpa ampun, Bayu meluapkan segala emosi yang bercampur di hatinya. Rasa kecewa, takut, kesedihan dan amarah pada satu sosok, terus menjerit dan membuat isi kepalanya sangat berisik.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
DINIKAHI KARENA DENDAM

DINIKAHI KARENA DENDAM

Kebetulan sekali, bukan? "Assalamualaikum, pak. Begini saya mau minta izin ngambi... " baru saja Sarah akan menyampaikan bahwa ia minta izin untuk hari ini. Tapi manager di cafe tempatnya bekerja memotong ucapannya, "iya Sarah, kebetulan sekali kamu menelpon saya. Baru saja saya akan menghubungimu dan memberitahumu mulai hari ini dan seterusnya, kamu tidak perlu lagi bekerja di cafe ini. Jadi intinya kamu saya pecat," tutur pak Dito yang merupakan manager cafe tempatnya bekerja. kalimat 'kamu saya peca', adalah kalimat yang paling di takuti oleh Sarah.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Cinta, Dendam, dan Takdir

Cinta, Dendam, dan Takdir

Bukankah kamu paling menyayanginya? Laurent mencengkeram tengkuk kucing itu, lalu mengirimkan ultimatum terakhir di kotak chat. [Elena, kalau dalam sepuluh detik kamu nggak membalas pesanku, aku akan menyakitinya.] Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua .... Satu. Pada saat itu, pintu ditendang terbuka. Laurent menyunggingkan senyum puas. "Elena, akhirnya kamu rela pulang."
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 607 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Cinta & Persahabatan

Cinta & Persahabatan

Kata ku sambil melotot padanya “hahaha , memang kenapa aku harus , apa salahku padamu , aku bahkan mengajakmu jalan-jalan dan selalu menjagamu selama ini.” Jawab kaka Bima dengan tawa mengerikan “kamu ngelakuin itu karena ingin mendekati Karin kan , itu artinya kamu hanya memanfaat kan ku , lalu mengajak ku jalan-jalan juga apa itu maksudnya , sebagai upah atau ingin membuat Karin cemburu sama kamu.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti

Melihat aku tidak membalas, Sanny merasa provokasinya sia-sia, jadi dia sangat marah, tetapi dia tidak punya tempat untuk melampiaskan amarahnya. Pukul satu dini hari, aku berhasil mendarat di Erupo Utara. Saat ini Ayah Dan Abang baru kembali ke kamar. Melihat mereka, Fendy bahkan tidak menyapa dan bergegas pulang. ... Berdiri di pintu kastil, Fendy merasakan sakit di hatinya tanpa alasan, seperti ditusuk jarum, dia jongkok di lantai untuk waktu yang lama, tapi rasa sakitnya tetap tidak menghilang.
22.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status