Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

jelas Alcand dengan jelas. “Jadi kalau marah itu cemburu?” Alcand mengangguk menyakinkan Sophia jika apa yang dia katakan itu benar. “Shaka suka sekali marah-marah denganku, apa itu bisa dikatakan cemburu?” tanyanya dengan wajah polosnya. Mata Alcand langsung mendelik, “Apa!! Kalau yang itu berbeda ya, dia marah bukan karena cemburu tapi karena dia kesal denganmu.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Cinta

Antara Dendam dan Cinta

Dia meremasnya pelan, seakan berusaha menyalurkan semua perasaannya saat ini. “Ma, sekarang aku tinggal dengan bajingan itu. Kami terasa dekat sekali, padahal hati ini menyimpan banyak dendam dan benci yang seakan mendarah daging. Mama tidak akan marah kan jika aku membenci lelaki bajingan itu?”
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 398 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Kak, Kalian Sungguh Kejam

Kak, Kalian Sungguh Kejam

Linda memegang ujung baju Joseph dan berkata dengan sedih, "Kak Joseph, jangan marah. Aku yang payah, malah alergi seafood. Kak Rina pasti nggak sengaja. Kalian jangan salahkan dia!" Ekspresi Joseph berubah seketika. Dia berujar dengan wajah dingin, "Sialan anak itu. Kami terlalu memanjakannya sehingga dia memiliki sifat yang sombong dan arogan."
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Cinta dan Dendam

Cinta dan Dendam

Tatapan marah pria blasteran Inggris itu tadi sungguh menakutkan. Jelas sekali saat ini Elian sedang menahan emosinya. Kedua matanya terpejam seraya mengatur deru napasnya, berusaha meredam emosi dan kegusaran hatinya. Ungkapan Leonel tadi sukses membuatnya meledak dalam kemarahan bercampur dengan rasa takut.
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Cinta Menjadi Dendam

Cinta Menjadi Dendam

Ekspresi Bima seketika menunjukkan ekspresi kesakitan. Darah mengalir deras dari tubuhnya, membasahi pakaiannya. Orang-orang di sekitar berteriak panik dan menjerit. Ekspresi Vivi yang tadinya penuh kebencian langsung hancur berantakan. Vivi tampak sangat ketakutan, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan panik. "Bima, aku nggak bermaksud melukaimu. Perempuan jalang ini ternyata masih hidup. Aku pikir kalau aku membunuh dia, aku bisa punya masa depan bersamamu."
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Dendam

Cinta Dalam Dendam

tanyanya dengan suara lelah. Secara emosional, dia merasa sangat terkuras. Dia tidak tahu kalau seseorang bisa membuatnya lelah setengah mati tanpa perlu menyentuhnya sedikit pun. Saat ini, rasa tidak aman dan cemburu sedang menguasai dirinya. "Iya, gini caranya," Ken langsung mempraktikkannya, menginjakkan kaki dan memposisikan bahu dengan benar.
882 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Ia takut kalau langsung berhadapan begitu dekat, saat suaminya sedang tak bersahabat. "Seharusnya kau tahu, kenapa aku memanggilmu kemari. Kau sudah melakukan kesalahan apa padaku?" Adinda hanya diam. Ia merasa tak melakukan kesalahan apapun pada Herman maupun Amira. "Memngnya aku melakukan apa? aku tak melakukan apapun!" Adinda membela diri. Ia sama sekali tak mengingat apapun. "Kau selalu saja begitu. Selalu berhasil membuatku marah!" Herman naik darah mendengar Adinda yang terus membela diri. Ia wanita yang keras kepala. Selalu ingin menang sendiri. "Kau lupa apa pura pura lupa? apa yang kau katakan pada Amira tadi pagi? sampai sampai ia sangat marah padaku. Dan tak ingin menatapku?" Herm
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Serpihan Hati

Serpihan Hati

Bagian 48 Kemarahan adalah sebuah bentuk apresiasi jiwa yang menentang akan adanya kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang ada dalam harapan. Amarah bagaikan sebuah api yang siap membakar apa saja dijumpainya. Terkadang manusia mengapresiasikan kemarahan dalam sikap yang berlebihan, sehingga melupakan norma kemanusiaan yang menjadi pedoman hidupnya.
1014.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Tertawan Obsesi Gelap 4 Iblis Menawan

Tertawan Obsesi Gelap 4 Iblis Menawan

Kemarahan. Bukan marah biasa. Bukan amarah karena dipotong antrean atau dihina orang. Ini amarah yang membakar, yang membutakan, yang membuat jantungku berdebar dengan irama yang berbeda—bukan takut lagi, tapi benci. Amarah yang membuatku ingin menghancurkannya. Merobek wajah cantik itu. Mematahkan tangannya yang memegang pergelanganku.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Warisan Darah Langit

Warisan Darah Langit

TUK. "Kau mengandalkan kemarahan," kata sosok itu, suaranya lembut, merdu, namun menusuk telinga seperti jarum es yang dipalu perlahan. "Kemarahan adalah api yang liar. Tidak efisien. Boros. Dan di sini ... di rumahku ini ... api yang liar tidak memiliki tempat. Ia hanya akan padam oleh dinginnya ketertiban."
10981 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status