Terjebak Mantra!
Jawab penjaga dengan wajah bangga, dia adalah orang yang bisa membaca isi hati dan pikiran orang lain.
“Halah, aku tidak percaya. Itu adalah sebuah kebetulan yang tidak disengaja, itu adalah karang-karanganmu saja.” Ejek Nai, dia masih meragukan kemampun penjaga tersebut.
Blar...
Sekali lagi terdengar tembakan.
“Kenapa kau masih menembak? Bukankah kita sudah keluar sekarang ini?” tanya Nai.
“Benar, kita sudah keluar, dan itu adalah tembakan moter yang mengejar kita, bukan moter kita yang mengeluarkan tembakan.” Jawab penjaga.