Me and You
“Rian, perempuan diciptakan berbeda dengan laki-laki. Perempuan diciptakan untuk memiliki kepekaan yang lebih daripada laki-laki. Kurasa, ia juga pasti pernah menyukaimu. Hanya saja, menurutku––kau terlalu lamban.”
“Tapi..”
“Tak ada kata tapi-tapi. Kau memang lamban, Rian. Saranku, saat ini, kau mesti relakan perempuan itu bersama dengan sahabatmu.
Percakapan kami terhenti ketika Genta sudah memegang gagang pintu minimarket bernuansa serba merah. Meski ragaku terlihat biasa-biasa saja dan asyik memilih minuman yang mengunggah rasa hausku, pikiranku tetap tertuju pada percakapan barusan.
الفصول الرائجة