TERJERAT CINTA SANG DUDA
Kakinya melangkah pelan, melewati beberapa pot bunga, dua kursi rotan dan meja bundar, hingga mentok ke tepian pagar sedada yang menjadi batas aman.
Kay memejamkan mata, merasakan sejuk dan rasa tenang, jauh dari kebisingan kota, meskipun kedamaian ini hanya sementara. Ketenangan ini tak serta merta menyelesaikan semua persoalan hidupnya. Beberapa detik, dia membiarkan pikirannya kosong, hingga pelan terasa ada titik-titik air yang menerpa wajahnya tetapi hampir tak membuat basah, gerimis lembut turun lagi bersama sapuan angin.
“Damai sekali rasanya ….”
Hot Chapters