Menantu Dewa
Brandon tidak langsung membalas pertanyaan Anwar, dia hanya bertanya, “Kenapa? Kalau aku bukan Pak Presdir yang kamu maksud, apa Pak Anwar ingin mengusirku lagi?”
“Bukan, bukan! Bapak itu tergolong tamu toko kami!” Anwar tersenyum sungkan. “Pak Brandon, Bapak ….”
Brandon juga malas meladeninya, melainkan menghubungi seseorang di hadapannya ….
“Pak Presdir!” Terdengar suara hormat wanita dari ujung telepon. Suara itu tak lain adalah suara Karen.
Kali ini dada Anwar terasa sesak! Dia merasa kliyengan, dan langsung jatuh berlutut di atas lantai.