Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

jawab Utari sesenggukan sambil memetik Bunga Azalea berwarna merah muda di sampingnya, mematah - matahkan kelopak Bunga itu hingga menjadi kecil - kecil. "Hidup itu seperti tanaman, kadang berbunga cantik lalu kemudian gugur setelah itu muncul lagi kuncup bunga baru, dia harus berusaha agar mekar dengan indah, seperti itu hidup terus berjalan!" ucap seorang laki - laki kepada Utari yang sedang menangis di halaman belakang kerajaan. Laki - laki itu adalah Raden Arya Kartanagara. Putra pertama dari Sri Maharaja Kartanagara. Putra Mahkota sekaligus calon penerus kerajaan.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 181 Times as kepala buntung
Read
+Library
Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

“Iya, Sayang. Memangnya kenapa? Kok kamu keliatannya kayak orang yang kaget banget gitu sih denger aku manggil kamu pake panggian itu?” “Pak, bukan apa-apa, tapi masalahnya adalah Bapak itu udah punya istri, tapi kenapa malah manggil saya pakai panggilan yang seperti itu?” Naura benar-benar sangat tak habis fikir dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tak ada sahutan apa pun atas pertanyaan Naura yang seperti itu, Rehan yang berada di dalam mimpi Naura hanya mengulas senyum saja. Senyuman yang sangat manis.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as kepala buntung
Read
+Library
Desa Pulo Majeti

Desa Pulo Majeti

Semua orang seketika merinding dan membelalak tidak percaya. “Apa? Kepala?!” tanya Syifa, syok. Glen meringis mengingat kejadian itu dan mengangguk. “Iya, kepala manusia! Dan Kakek Apung makan kepala itu sampai abis! Bayangin aja itu udah mual banget!” Rania menutup mulut karena ingin muntah, sementara Salsa dan Syifa memekik di tempat.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as kepala buntung
Read
+Library
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

Dia mengenal Anoman sebagai putra Adipati Banting Arak yang terkenal bandel. “Wah, kau suka main tongkat rupanya. Itu terlalu kecil, seperti punya anak kecil. Harusnya kau beli yang lebih besar, yang sebesar punya kita. Hahaha!” kata Anoman dengan tatapan mesum lalu tertawa kencang. “Hahaha!” tawa Gugusan dan Kuncung yang paham maksud candaan rekan sakaligus pemimpin mereka.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as kepala buntung
Read
+Library
Buruk Rupa

Buruk Rupa

ucap Argan dengan cengirannya. "Sudah-sudah! Otak kamu semakin lama semakin hancur! Service kembali tuh otak depan, belakang, atas, bawah, kanan, sama kirinya." "Pak! Sekalian aja bilang semuanya. Nggak usah capek-capek ngomong gituan. Toh juga aku tau Bapak sekejam ini dengan uwak Pak." dramatis Argan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as kepala buntung
Read
+Library
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sedangkan Puti Bungo Satangkai yang kemudian langsung merapal Menjejak Langit Menggenggam Awan berhasil menarik Sondang Tiur dari jarak jauh, lalu mereka jatuh bergulingan di geladak kapal. Keduanya bangkit dengan cepat, dan sama-sama menyadari kemunculan seorang pria yang memiliki tinggi tubuh yang hampir sama dengan Bahritunggang sendiri, besar, dan berotot pula. Bungo membelalak. ‘Antaguna! Antaguna!’ tapi lagi-lagi yang keluar dari mulutnya hanyalah suara ha-hu ha-hu saja. Sondang Tiur mengernyit. “Kau mengenal pria besar yang satu lagi itu?”
1074.5K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as kepala buntung
Read
+Library
Batu Akar Raja

Batu Akar Raja

“Apa yang sebenarnya terjadi sehingga sebuah pusat kebijaksanaan bisa hancur begitu saja?” Shinta Sari mengangguk perlahan, sambil menyentuh gelang hijau di tangannya yang mulai bersinar dengan intensitas yang sama dengan cahaya dari kejauhan. “Pemimpin tersebut bernama Prabu Baladewa, cucu dari Raja Jayaputra yang mendirikan perjanjian dengan Ratu Bumi Akar,” jelasnya dengan nada yang penuh kesedihan. “Pada mulanya, ia adalah pemimpin yang bijaksana dan penuh cinta terhadap alam, sama seperti leluhurnya. Namun seiring waktu, hasrat untuk membuat kerajaan menjadi yang terkuat di seluruh Nusantara mulai menguasai pikirannya.”
10563 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as kepala buntung
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

Seorang wanita dengan nama Mantili menukar pakaiannya yang serba terbuka dengan baju tertutup seperti yang digunakan Kenanga atau Cempaka, lengkap dengan kain kerudung di kepalanya. Mantili terlihat memesona, tetapi mematikan. Senjata bambu dengan jarum beracun ia simpan rapi di balik bajunya. Mantili melangkah terlebih dahulu, ia menunggu rombongan Alif dan yang lain lewat. Pembunuh bayaran itu menggores betisnya sendiri dengan pisau, berpura-pura terluka agar mendapat perhatian dari orang yang ia incar. Sementara dua teman lainnya menunggu tak jauh dari tempat teman wanitanya beraksi. Menunggu di saat yang tepat untuk memenggal kepala keturunan raja terakhir dari wilayah pesisir.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 103 Times as kepala buntung
Read
+Library
Bangkitnya Sang Tuan Muda

Bangkitnya Sang Tuan Muda

tanya lelaki paruh baya itu dengan nada tinggi, menunjukkan rasa kesalnya. Seorang pria berbadan tegap, menundukkan kepala, "Maaf, Tuan. Saya sudah berusaha keras mencari Ethan Jonathan Make, tapi belum ada hasil yang pasti. Saya juga sulit menghubungi orang yang sudah saya suruh ke sana."
101.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kepala buntung
Read
+Library
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Kakek Pranata memberikan nama samarannya Lelaki Tua dari Mongolia. "Lelaki Tua dari Mongolia," kata Aruna, menatap foto buram seorang pria tua dengan mata yang dingin. "Siapa dia sebenarnya, Kakek Pranata?" "Dia adalah pendiri Geng Utara, penguasa pasar gelap terbesar di Asia. Dia yang memerintahkan pembunuhan ayahmu. Dia adalah musuh terakhir dan terbesar Anda, Tuan R. Menghadapinya adalah misi bunuh diri," jawab Kakek Pranata.
10842 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kepala buntung
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status