Kadrun
“Ah, Bapak bisa aja. Saya kan tidak bisa nukang. Terus Bapak lucu, masa saya jualan di rumah. Ya, siapa yang mau beli.”
Kadrun memicingkan mata.
“Jualan apa pikirmu!”
“Ya, dak tahu saya, Pak. Kan tadi Bapak yang ngomong barusan.”
Kadrun menghela napas.
“Mulai besok kau kerja pakai baju lengan panjang sama celana panjang, yang tebal dan longgar.”
Beuti melongo. “Tapi kan panas kalau begitu, Pak.”
Hot Chapters