Dua Wajah Sang Kaisar
"Karena pusaka yang ia bawa kabur bukan sekadar harta benda biasa. Tusuk konde kayu pinus Canglanensis yang ia curi adalah lambang sah garis suksesi takhta, diwariskan turun-temurun sebagai bukti keaslian darah kekaisaran. Selama benda itu berada di tangan orang lain, di luar pengawasan istana, legitimasi takhta yang aku duduki saat ini bisa dipertanyakan oleh siapa pun yang ingin memanfaatkan situasi ini demi ambisi pribadi."
Kalimat itu, yang dilontarkan dengan nada penuh kalkulasi, sengaja dirancang untuk membungkus kebenaran yang jauh lebih personal dengan jubah kepentingan negara. Hanya Kaisar sendiri yang tahu, jauh di balik dadanya, alasan sesungguhnya ia memburu kembarannya selama de
Bab Populer