Bayang Pedang Cahaya Bulan
Jauh di belakang suara kuda itu, setitik cahaya muncul, lalu dua, lalu sepuluh, lalu seratus.
Obor-obor yang dinyalakan tanpa rasa takut ketahuan, sebab merekalah pemburu, dan pemburu tidak perlu bersembunyi.
"Nenek." Bisikan Yue Chen setengah tertahan oleh napas yang tersengal. "Cahayanya sudah terlihat."
"Aku tahu." Nada suara neneknya sama sekali tidak berubah, datar dan tenang bagai permukaan danau di pagi tanpa angin. "Tetap berlari. Jangan menoleh."