Kyraka
tanya Kyra tanpa senyum, hanya tatapan sinis.
"Temenin, atuh, Neng. Bentar lagi, 'kan, malem. Cuacanya juga mendung. Dingin, 'kan? Mending sama kami, biar anget. Ya, nggak?" Preman ketiga semakin mendekat pada Kyra, bahkan ia berani mencolek dagu Kyra dengan gatal.
Plak!
"Breng*k." Kyra menepis tangan lelaki itu.
"Loh? Nggak nyangka, ternyata bisa ngomong kasar juga, ya," kata preman yang ketiga itu.
Hot Chapters