KINASIH
Dan detik berikutnya, dia menangis, bukan dengan teriakan seperti yang lain, melainkan menunduk, terisak dengan bahu bergetar.
Asih dan Mariana tetap di tempat, hingga Rosma selesai dengan kesedihan yang melanda dirinya.
"Anakku?"
Kata itu sukses membuat Asih dan Mariana sama-sama terharu. Mereka menangis dan tersenyum mendengar Rosma mengulang kata itu.
"Ya, Bu. Ini aku, Kinasih. Anak Ibu."
Asih tak kuasa untuk menahan perasaannya. Dia kembali memeluk tubuh Rosma, dengan luapan kasih yang selama ini tak pernah dia rasakan lagi -setelah kepergian bapak dan ibu angkatnya.
Sikat na Kabanata