KURENSIA
cicit Aira pelan
Agarish terkekeh, “Gak usah gengsi, ayo nangis wajah mu me merah kalau menahan tangisan.”
Air mata Aira mulai jatuh, Aira menangis tanpa suara.
“Saya liat keningnya ya,” izin perawat ketika ingin membesihkan luka di kening Aira
“Shhhh sakit.” ringis Aira
“Tahan, sebentar lagi. Nah udah,” ucap perawat itu lalu membereskan alat alatnya. “Nanti saya kesini lagi ya kalau impusannya udah habis. Saya permisi,” pamitnya
Hot Chapters