Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ia hanya memilih satu arah dan melangkah. Ia sampai di sebuah lapangan kecil yang jarang ia kunjungi. Beberapa orang duduk sendiri-sendiri, ada yang membaca, ada yang sekadar memandangi langit. Aira memilih bangku di bawah pohon. Ia duduk, menaruh tas di sampingnya, dan menarik napas panjang. Angin membawa aroma tanah dan rumput. Aira memejamkan mata sejenak. Ia tidak berusaha bermeditasi, tidak berusaha menenangkan diri. Ia sudah tenang.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

ucap Dayat, dadanya kembang kempis mengatur napas yang sempat memburu akibat bekerja di ketinggian. Astrid yang sejak tadi sibuk dengan tumpukan kertas langsung mendongak. Ia mengambil papan jalannya, lalu menggunakannya sebagai kipas darurat, mengibas-ngibaskannya ke arah leher dan wajahnya yang mulai memerah karena gerah. "Iya nih, Mas. Pengap juga di dalam sini, anginnya enggak mau masuk karena sirkulasinya belum jadi," sahut Astrid, menyugar rambutnya yang agak lepek karena hawa gerah.
1073.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
Patriark Sekte Abadi Kuno

Patriark Sekte Abadi Kuno

Laki-laki itu berkata dengan senyum tidak ramah, "Apa yang barusan kamu bilang? Aku tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Bisakah kamu mengulangi sekali lagi?" Pria Gemuk buru-buru menutup rapat-rapat mulutnya, dan kepalanya terus menggeleng sekuat tenaga. Namun sudah terlambat.... Laki-laki itu menjentikkan kipasnya, seketika angin kencang tercipta dari udara tipis. Laki-laki itu memanipulasi angin menggunakan kekuatan mistis dari pengendalian Qi Vital. Dan membuat angin menerjang Pria Gemuk, seketika melemparkan si gemuk yang hampir kencing di celana itu ke udara.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Tertawan Cinta Bodyguard Tampan

Venus lalu menutup pintu kamar dan Dion tak kuasa untuk melawan. “Berdiri di sana!” tunjuk Venus pada salah satu sudut di kamar itu. Dion pun berdiri di sudut dekat cermin lalu Venus duduk di sisi ranjang. Ia menoleh pada seisi ruangan sembari berpikir. “Itu apa?” tunjuk Venus pada kipas angin berkaki di sudut ruangan. “Oh itu namanya kipas angin. Aku gak punya AC jadi cuma beli kipas angin aja. Apa kamu mau coba?” Venus mengangguk.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
My First Night

My First Night

ucapku setengah berteriak saat mereka sudah kian menjauh dari pandangan mata. Kini, hanya aku dan Pak Satya berdua di tempat ini. Ada pengunjung lain juga. Namun mereka beposisi agak jauh dari sini. Aku berbalik badan menghadap ke barat. Lalu beralih duduk di ayunan beralas ban bekas dan bertali tambang ini. Desiran angin lembut membelai wajahku. Rasanya nyaman sekali. Seketika beban hidup yang menderaku terasa ikut berkelebat bersama hembusan angin yang menguar dari lautan.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAHI CALON ADIK IPAR

TERPAKSA MENIKAHI CALON ADIK IPAR

Angin berembus pelan, membuat jilbab Cahaya sedikit berkibar. Setelah beberapa menit berjalan santai, mereka akhirnya menemukan bangku kosong di bawah pohon besar. Angkasa menepuk sandaran bangku pelan. "Duduk di sini aja, biar kamu nggak capek gendong Altair terus." Cahaya menurut, duduk dengan hati-hati lalu memangku Altair. Angkasa ikut duduk di sampingnya, menghela napas pelan sambil menikmati sejuknya angin.
1030.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
MENIKAHI MANTAN SUAMI TAJIR MELINTIR DEMI PUTRIKU

MENIKAHI MANTAN SUAMI TAJIR MELINTIR DEMI PUTRIKU

“Harus dihindarkan, ya, Bu. Karena udara yang dibawa kipas angin biasnya membawa debu yang bisa memicu asmanya kambuh. Sebisa mungkin tidak menggunakan kipas angin apalagi dalam waktu lama.” Lagi, Elsa memejam. Anjuran yang tidak akan mudah ia terapan, mengingat di rumah kontrakan sangat panas. Ia bahkan sering berbaring di lantai saking tidak kuat dengan suhu panas di dalam rumah.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
Istri Muda

Istri Muda

tanya Elang. “Ya Abang yang bayar. Rumah kita gerah banget, Bang. Pakai kipas nanti saya bengek loh. Gak sehat untuk paru-paru kalau kita tidur pakai kipas angin. Lebih baik pakai AC.”
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 974 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
Ketika Hati Lelaki Mendua

Ketika Hati Lelaki Mendua

Tak ada lagi percakapan melanjutkan pembahasan tadi. 💐💐💐 Di sebuah sofa rumah bergaya kolonial, seorang laki-laki duduk dengan kaki terangkat di bahu sofa sambil menatap jendela yang terbuka. Angin siang itu mengirimkan hawa panas yang membuatnya berkeringat. Padahal pepohonan besar di samping rumah cukup rindang, namun rasa gerah masih terasa. Apa mungkin karena perasaannya saja?
1076.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kipas angin duduk
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
AngelRos
Novel yg sgt bagus Thor.. u sy pribadi sgt menyentuh krn pernah mengalaminya.. tdnya berharap kisah ini bahagia dgn 2 istri.. apa daya dlm nyatanya tdk demikian...poligami benar2 amal shaleh yang sgt berat u dilakukan oleh siapapun didalamnya.. sehat2 u Thor yg sangat puitis & pintar merangkai rasa
Aurora Aurora
DARI SEKIAN JUDUL, SATU JUDUL INI AJA YG BIKIN JIN DASIM MENANG.....!!!!! BERHASIL MENGGODA ANAK CUCU ADAM SAMPAI BERCERAI...!!!! NIKAH DIEM2 SAMA PEREMPUAN LAEN DILUAR...!!! SEBURUK APAPUN ISTRI DIRUMAH, MBOK YA DITUNTUN DIAJARIN ANDRA, BUKAN LO CARI PEREMPUAN YG KATANYA LEBIH SOPAN, LBH LEMBUT..
Baca Semua Ulasan
U

U

Lagipula tempat makan kita tidak terlalu luas, jadi masih bisa dijangkau oleh kipas angin. "Nggak apa-apa, aku yang merasa gerah kok Vid. Hehe…" Sebenarnya aku sangat suka dengan udara dari kipas angin. Kalau saja Ayahku mengizinkan untuk menukar kipas angin di kamarku dengan kipas angin di area restoran, aku pasti senang banget. Kipas angin yang aku memiliki hanya berukuran 12 inch dan aku merasa tidak sebanyak udara yang dikeluarkan daripada kipas angin 16 inch.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kipas angin duduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status