Teror sang Pecundang
Mereka bergegas menghampiri dan melihat keadaan Andini yang masih menangis dan terus memanggil-manggil Andre tunangannya, "Abang, kenapa kamu, Bang? Banguuun ...!"
Matanya terlihat sayup sambil terus melihat ke arah pohon, sepertinya dia sudah merasa lelah dan tidak sanggup menerima kenyataan ini.
"Ya, Alloh, Gusti nu Agung ada apa ini? Siapa dia, Neng?" Seru Ibu Lastri panik, lalu menyuruh Pak Mamat menyenteri ke atas pohon di pinggir gubuk. Mereka kaget melihat seseorang tergelantung di atas dahan pohon nangka. Pikiran mereka berkecamuk, dalam benaknya bergumam, 'Ada kejadian apa sebenarnya?'
Bab Populer