ANINDYA: BELIA TERPEDAYA CINTA
"Anggap saja semalam tidak terjadi apa-apa. Jadi, jangan ceritakan hal ini pada siapapun. Cukup kita simpan sendiri sampai kapanpun."
Akibat permintaan itu, kembali beberapa lirikan menyambangiku. Dia ragu-ragu, masih ketakutan melihatku. Aku mengerti, untuk remaja puber seperti Anindya, yang lugu dan sepertinya kutu buku, katakan saja having sex sebagai hal yang tabu, aneh, bahkan mungkin menjijikkan.
"Nin.. Aku minta maaf. Kamu mau kan memaafkanku?" Tanyaku pelan sekali.