Hai Om, Aku Calon Istrimu!
tanyaku sambil mengerucutkan bibir.
“Iya, Sayang. Janji. Aku temani telepon sampai kamu tidur nanti.”
Aku langsung berseri-seri. “Bye, Bunny. I miss n love you.”
Om Kais menghela napas pendek—lalu menjawab. “Bye, Sayang. Love you too.”
Sambungan terputus.
Aku masih menatap layar ponsel beberapa detik, lalu KYAA! kedua tanganku langsung menutup wajah. Badanku meliuk ke kanan-kiri seperti cacing kepanasan.