Kebohongan Busuk Suamiku
“Oh iya, Non. Kopernya sudah disimpan di kamar tamu bawah. Jadi, Non Gendis tidak perlu naik turun tangga. Bapak dengar 'kan Non Gendis lagi hamil, kan?”
Gendis membuka matanya dan memandang Pak Joko lalu tersenyum tulus.
“Makasih, ya, Pak. Pasti rasanya nikmat seperti biasanya.” Gendis mengambil segelas susu tersebut dan mencium aromanya.
Tak lama, Pak Joko berlalu dari sana. Hanya Dion yang sedari tadi hanya mengernyitkan dahi, merasa terkejut dengan perkataan Pak Joko tentang koper adiknya. Separah itukah masalah yang menimpa adiknya saat ini.
Hot Chapters