Bias Cinta
saran Bias setelah memikirkan beberapa hal, “rumah, apartemen, tanah, vila. Mungkin lakunya nggak cepat seperti jual gorengan, tapi daripada dibiarkan ngendap, ada baiknya dijual atau dikontrakkan.”
“Nanti aku coba bilang ke Altaf.” Cinta melepas pelukan Bias, lalu memajukan bibir. “Cium dulu, aku mau pergi.”
“Aneh!” Bias segera menangkup wajah Cinta, lalu menyatukan bibir mereka. “Sejak kapan kamu minta cium dulu.”
“Mau ngetes lipstiknya.” Cinta terkekeh lalu mengambil tas kerja. “Ternyata, transfer dikit.”