Young Wife For My Father
Gadis muda itu mulai tertawa dengan sendirinya, tawa lirih yang memantul dari dinding ke dinding yang kemudian diakhiri dengan kekehan.
“Astaga, astaga. Kak Nanta itu ya, benar-benar lucu. Memangnya siapa yang akan marah jika mereka berminggu-minggu menginap di sini?”
Katanya sembari berjalan lambat menuju saklar lampu ruang tamu. Menekan saklar dengan senyum manis yang terpampang indah dengan mata yang cekung mempesona. “Benarkan, Ayah, Ibu? Memangnya kalian marah ya, kalau mereka tidur di sini?” tanyanya sembari menatap lurus pada bingkai foto besar yang berisi dua orang dewasa dan balita yang masih dalam gendongan sang wanita.