Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

"Habiskan dalam lima menit. Jika masih ada sisa di gelas itu saat laporannya selesai, jangan harap kamu bisa pulang tepat waktu sore ini." Btari mencengkeram gelas plastik itu dengan geram. Ia tahu Ararya sedang menikmati kemenangannya. Dengan kasar, ia menyesap kopi dingin itu melalui sedotan. Rasa manis dan gurih dari susu gandum itu menjalar di tenggorokannya, memberikan kelegaan yang enggan ia akui. Sialnya, kopi buatan Ararya—atau setidaknya yang ia pesan—terasa tepat seperti seleranya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

" Rizal menunjukkan mug yang sama persis dengan milik Putri dan dimasukkan ke dalam kotak kaca. "Bagaimana, Dek. Sama 'kan?" tanya Mas Ihsan. "Sama banget. Menurutku ini malah lebih bagus dari milik Putri." Mengamati dengan seksama. "Iya, kalau soal harga, mug yang dijadikan contoh kemarin memang jauh lebih murah," terang Rizal. "Terima kasih, ya, Zal, sudah mau buatin. Padahal hanya pesan satu mug. Jadi berapa?"
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

Wanita di depannya itu tersenyum simpul. “Panas saja.” “Emang ada?” tanya Resta penasaran. Sepengetahuan dirinya, Gala hanya menmbawa varian creamy saja dari Kopipiko. “Ada, aku bawa satu tadi.” “Cuma satu?” “Aku udah bawain juga yang karamel, tenang saja.” Gala memberikan satu gelas kopi tanpa label Kopipiko kepada dosennya itu. Resta mengerutkan keningnya. Ia merasa ada yang aneh. Namun, segera ditepisnya prasangka itu.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Kondisi kami sudah seperti sop krim jagung kesukaanku. Aisyah kembali dengan menenteng plastik kresek putih yang pastinya berisi baju ganti kami, serta membawa nampan yang di atasnya terekspose indah empat wadah minuman segar yang tampak seolah berkeringat dari dinding luar gelas—gelas kaca bening itu mengeluarkan butiran-butiran air yang fresh.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

Dan yang melegakan gg "Belagu banget, sih! Sok banget laku warungnya!" "Emang warung di sini paling murah, Bun. Pemancingan lain mana ada yang ngasih harga semurah di sini. Udah gitu, Bu Nisa juga pakai gelas yang bagus gini.g " pemancing itu mengangkat gelas kopinya. "Di tempat la in cuma pakai gelas plastik." sambung pemancing di sebelah kirinya. "Kita minum kopi jadi rasa minum kopi. Nggak bau plastik." tambahnya lagi.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Di sana, ada sebuah teko aluminium besar yang sudah menghitam karena sering dipanaskan di atas tungku kayu, dan beberapa gelas beling tebal. “Mumpung Pak Bima belum turun,” tawar Pak Darto, matanya berbinar. “Mas Joko mau ngopi? Kopi hitam, Mas. Kopi tubruk asli, gulanya gula batu. Panas, kental, hitam. Bukan kopi sasetan encer kayak di kantor.”
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 546 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
KAKEK TUA itu SUAMIKU

KAKEK TUA itu SUAMIKU

"Jus jambu buat Mamih, jus alpukat buat aku." "Kok kemasannya cup gelas plastik Mbak?" "Iya, memangnya kenapa?" "Nggak apa-apa, Mbak Lidiya kan orang kaya, sosialita, berkelas, mendunia dan akhirat masa minum di gelas plastik, rasanya aku nggak rela takut turun wibawanya. Seva ganti ya gelasnya?" "Iya, bener juga kamu. Ya udah biar Mbak ganti."
9.720.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 799 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Let's Play With Me

Let's Play With Me

pintanya sambil melempar seplastik biji kopi. Aidan memungut plastik itu, merobeknya lalu memindahkannya ke dalam toples. Sebelumnya dia mengambil beberapa biji kopi itu, sejenak memperhatikannya. “Kenapa bentuk biji kopinya aneh?” herannya. Yang membuat itu menurutnya aneh, karena bentuk biji-biji kopi itu yang terlihat seperti buatan. Ukurannya jauh lebih kecil dari biji kopi pada umumnya. “Dari mana kau mendapatkannya?”
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Penakluk Dunia

Penakluk Dunia

Pada akhirnya, mereka hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa plastik adalah hasil dari penempaan bahan-bahan langka sekaligus eksotis. Di pihak lain, Hua Jinyi segera mengaduk air di dalam teko setelah Zhang Lihua memasukkan kedua bahan. Uap beraroma kopi pun mulai merebak, memberi perasaan nyaman yang sulit dijelaskan. Semua orang lalu mengambil sebuah cangkir dari cincin semesta masing-masing, dan Hua Jinyi pun menuangkannya dengan cara yang anggun.
9.8443.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.4K kali sebagai kopi gelas plastik
Tampilkan Ulasan (181)
Baca
+Pustaka
Jimaro Chan
welcome back, Senior Ye. akhirnya hadir kembali setelah sekian lama, dan memberi kejutan besar tentang dalang pembantaian di Benua Utara. ceritanya makin rumit dan kompleks. Semangat tuk terus berkarya, Senior Ye....
Embunayu
Hai kak.. ijin perkenalkan novel saya ya.. menceritakan tentang pangeran yang lemah masuk dalam dunia beladiri, sihir, penyelidikan jati dirinya dan cinta Berjudul " Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api " silahkan mampir
Baca Semua Ulasan
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

Alhasil, gadis itu diapit kakak beradik yang tengah berada dalam kemarahan yang tak kunjung reda. Tak lama kemudian, Dika sudah kembali dengan membawa nampan berisi empat gelas di atasnya. Ia meletakkan gelas di atas meja, tepat di hadapan Langit, Biru, dan Gita secara berurutan. Gelas terakhir ia biarkan di atas nampan. Gelas dengan isi yang berbeda dengan milik yang lain karena hanya milik Dika yang satu-satunya berisi kopi. Aroma cokelat menguar dan perlahan menenangkan mereka. Dika mengambil gelas berisi cokelat panas di depan Gita dan disodorkan pada istrinya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kopi gelas plastik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status