Cincin Pemikat Jodoh
jawab Gami sambil menuang air mendidih secara perlahan di atas bubuk kopi yang sudah ditampung dalam saringan.
“Buatin saya sekalian, ya.”
“Adisti aja, ya, Mas. Saya buru-buru, nih. Rumah belakang belum dibersihkan.”
“Jam segini masih belum dibersihkan? Emangnya dari tadi kami ngapain aja?”
“Tadi ada aral melintang yang enggak bisa saya lalui semudah biasanya, Mas.”
“Halah! Bahasamu.”
“Udah, ya, Mas. Adu bibirnya sama Adisti aja. Saya mau antar kopi ke Mas Wira dulu. Bye.”
인기 회차