Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Apalagi, yang membuatkan adalah manusia istimewa, makhluk istimewa ciptaan Tuhan. Beberapa lama kemudian, neng Afidah kembali keluar dengan membawa satu ceret kopi. Saya tidak bisa melihat warnanya ketika itu, karena memang wadahnya tidak transparan. Kopi itu adalah kopi untuk santri-santri yang memetik mangga, termasuk saya. Dia berjalan menuju posisi kami berdidi. Lalu, setelah jarak sangat dekat, barulah dia berkata kepada salah satu dari kami. “Kang, ini kopinya. Saya taruh di sini.” Katanya sambil meletakkan ceret kopi pada tanah.
8.99.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 231 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

infonya. Aku tersadar dari lamunanku. “Benarkah?” aku bertanya-tanya dalam hati, apakah aku sedang serius menyimak perkataan Zidni atau aku hanya sedang mengalihkan emosi yang mendadak hendak meluap kembali. “Tapi, bukankah kopi termasuk ke dalam tumbuhan semak?” tanyaku. “Aku akan mencari tahu setelah sampai di Sudiya nanti,” ujar Zidni.
2.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Queen of Shield - Putri Sang Duke

Queen of Shield - Putri Sang Duke

ujar Black sambil menyerahkan secangkir kopi kepada Koa. Mata Koa membulat saat mencium aroma harum kopi yang menyengat di udara. Ia melihat ke dalam cangkir dengan sorot kebingungan. “Apakah ini minuman terkenal dari olahan biji kopi yang orang-orang maksud?” “Benar. Kopi adalah minuman penyemangat yang bisa membantumu tetap terjaga di tengah kesibukan. Cobalah, tidak ada salahnya.”
1027.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 973 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Ibu Susu untuk Madu Suamiku

Ibu Susu untuk Madu Suamiku

“Mas jangan menggombal pagi-pagi, nanti aku nggak konsen nuangin kopinya.” Kai tertawa, lalu ia sedikit mengendurkan pelukannya supaya Kira bisa fokus menuangkan kopi. Kira menyerahkan kopi itu pada Kai. Kai terpaksa melepas penuh pelukannya, tangannya terulur menerima cangkir kopi tersebut. Lalu Kai menyeruputnya perlahan-lahan. “Perfect,” puji Kai sambil tersenyum samar pada Kira. “Kopi ini seperti kamu. Bikin candu.”
9.350.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang kopi tentang kita
Ipakita ang mga Review (15)
Read
+Library
eksa viera
menarik banget.. tapi harus nahan emosi bacanya wkwkwk bertambah satu lagi daftar dosa Kai pada Kira yg secara tak langsung membiarkan bayi Aksa meninggal, semoga setelah ini akan ada fakta² mengejutkan yang akan buat Kai menyesal sampai ke tulang²nya krn telah menyia²kan Kira dan bayi Aksa.
lullaby dreamy
gila bgt sih nii cerita, sukses buat perasaan nyesek pas baca n' sakit hati bgt sm Kai . blm apa² udh diserang dgn kisah yg menyayat hati bgt . dr smua lead male yg brengsek mcm, Auriga, archer, Davin n' Oliver . fix ini menduduki peringkat no.1 yg luar biasa brengseknya . sakit bgt thor bacanya T_T
Basahin ang Lahat ng Review
Mengejar Cinta Dosen Killer

Mengejar Cinta Dosen Killer

“Kamu kenapa?” “Tidak apa-apa,” jawabku jujur. “Justru itu.” Dania menepuk lenganku. “Kadang yang tidak apa-apa itu paling ribut.” Aku tersenyum kecil. “Kalian bijak mendadak.” “Kopi mengajarkan,” kata Hera. Kami tertawa. Lalu hening lagi, tapi hening yang bersahabat. “Jaga garis,” kata Hera akhirnya. “Bukan karena orang lain. Tapi karena kamu.”
101.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 37 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Meminang Bu Dosen

Meminang Bu Dosen

“Aku pulang kalau kamu gak ngaku.” “Iya, iya. Warung kopi. Aku ini penjual minuman. Gak masuk kriteriamu, kan, buat jadi suami?” “Kopipiko,” ucap Tita tanpa merespon kalimat terakhir Gala. “Kok tahu?” “Aku udah curiga aja pas kamu ajak ke Kopipiko dulu. Kamu bilang ownernya Dodi, tapi foto di dinding wajah kamu semua.”
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 96 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia menyesap rokoknya dan meneguk kopi yang tak sepanas tadi. Kirana. Kinanti. Yang satu menegur bahkan dari kejauhan, yang satu hadir tanpa harus berbicara banyak. Dan keduanya—seperti dua kutub—membentuk sumbu di mana dirinya berdiri. Ponsel bergetar lagi. Cempaka Kirana. > "Seperti biasa, kuliah tentang rokok memang tak cukup 1 SKS 🤣 Kita harus berdiskusi dan berdebat lagi dengan objektif untuk mencari kebenaran 🙂🙂🙂."
1011.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 400 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Kisah Kita

Kisah Kita

Tiiiiiingggggggg, suara bel sekolah berbunyi, aku dan temanku pergi ke kantin sekolah, seperti biasa kami pergi bersama hanya untuk menggosip saja (heheheh). Aku suka mie, jadi aku memesan mie rebus saja, teman-teman ku juga mengikuti ku, akhirnya kami semua memesan mie. Sembari menunggu pesanan kami datang, teman-teman ku sudah memiliki topik pembicaraan lain, mereka memilih topik tentang jodoh (baru juga SMA, udah bahas jodoh aja) mereka saling mengutarakan bagaimana tipe lelaki idaman mereka, dan kebanyakan mereka menyebutkan ingin memiliki suami seperti aktor korea dan idol kpop (ini nih, akibat keseringan nonton korea, akhirnya ngehalu bersama-sama deh) mereka juga bertanya bagaimana ti
103.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 142 Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

“Rakus mah rakus aja.” Keenan terbiasa melarikan diri dari masalah dengan makan sebanyak mungkin. Baginya, selama perutnya kenyang, tidak ada alasan untuk bersedih. Meski terkadang air matanya tetap mengalir begitu saja tanpa diminta. Kayla meniup pelan kopi panas di tangannya lalu menatap jalanan Malioboro yang masih ramai. “Aneh ya,” katanya lirih. “Ternyata hidup kita nggak seindah yang orang kira.”
1050.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang kopi tentang kita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status