Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takdir Bukan Lagi Milik Kita

Takdir Bukan Lagi Milik Kita

Sudut Pandang Icana. Hari ini menandai tiga bulan sejak aku dan Kevin mulai berkencan dan dia bersikeras untuk merayakannya. “Setiap hari-hari kenangan kecil itu penting,” katanya dengan senyum menawan. “Baik itu pertemuan pertama, bulan pertama, atau tahun penuh, semuanya bagian dari cerita kita.” Jadi kami berpakaian rapi, makan di bawah lampu-lampu kecil, berbagi makanan ringan, dan dia mengantarku pulang seperti pria sopan yang selalu dia lakukan.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 215 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

"Kau butuh pelampiasan, Heh? Tiba-tiba ingin membuatkan kopi untukku." 'Apa hubungannya kopi dengan pelampiasan yang Mas maksud?' Kina mengerutkan kening, menatap Zayyan aneh. Kina berpikir keras untuk mengetahui maksud perkataan suaminya, dan saat dia tahu matanya seketika melebar. 'Ko-kopi bikin mata jreng, mata jreng artinya begadang. Dan kalau sudah begadang itu sama dengan skidipapap. Aaaaa … bajingan!!' batin Kina, sudah cengengesan bodoh ke arah Zayyan. "Bukan, Mas. Hehehe … bukan begitu," ucapnya cengar-cengir sembari menggaruk daun telinga. Tampang Kina takut bercampur gelisah, panik Zayyan akan melakukan itu.
1087.5K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as kopi tentang kita
Show Reviews (27)
Read
+Library
CacaCici
Holla, MyRe. Mohon maaf untuk bab 15, dan tolong jangan dibaca dulu. Bab tersebut bukan bab dari cerita ini, CaCi salah up. Sekarang sedang proses revisi, tetapi karena besok hari Minggu dan editor libur mungkin hari Senin baru revisinya direview oleh editor. Mhn Maaf sekali lagi, MyRe. 人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•
ryutaa
12-8-25 23:40 done kelar baca novel ini hehehe cerita disini jg ada spilannya nindi n cacan makasih ya kak,ceritanya seru semua... cuma agak gmna gitu giliran mendekati ceritanya zana-ebrahim typo nya banyak bngt hiks T.T tp ku suka kok wlwpun kadang kesel pas Nemu typonya ahaha. maapken ya caci
Read All Reviews
I Coffee You

I Coffee You

Mereka tidak ada yang tahu tentang tempat tersebut, kalaupun Kiki tahu lebih pada jika dirinya menyukai menu disana. “Mas pesan XCoffee buat kita?” tanya Kiki setelah memberi kode jika pekerjaannya akan dimulai. “Memang kenapa? Kopinya enak, aku belum menemukan kopi yang seenak ini.” Diego mengatakan dengan santai sambil meminum kopi miliknya. “Apa yang nggak enak buat kita kalau gratisan.” Kiki mengatakan dengan santai yang ditanggapi dengan suara tawa Diego “Mas, rapikan penampilan. Kalau mau cepat pulang, buruan berdiri.”
101.0K viewsCompletedAdded to Library 28 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Ketika Istri Lemahku Menunjukkan Kekuatannya

Ketika Istri Lemahku Menunjukkan Kekuatannya

*** [Pak Arka, bagaimana kopinya? Kening Arka berkerut ketika melihat ada pesan masuk dari nomor tak dikenal ke ponselnya. Siapa nih, batin Arka lupa-lupa ingat. Kopi apa pula yang dia maksud? “Ini kopinya, Arka.” Kalila tiba-tiba datang dan mengejutkannya. “Eh iya, kopi!” Kalila mengerutkan keningnya. “Kamu kenapa, sejak kapan jadi kagetan begitu?”
9.765.7K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Adrian mendengus seraya menuangkan air mendidih ke dalam cangkir kopi. “No sugar…” ujar Airin cepat. “Semudah itu membuat kopi untuk Kakak.” Airin tersenyum. Lalu, berjalan menuju halaman belakang. Ia duduk di atas kursi taman. “Apakah cemburu itu menandakan bahwa seseorang mencintai dengan sungguh-sungguh?” tanya Adrian seraya membawa cangkir kopi ke halaman belakang. Airin telah duduk bersila di kursi taman. Adrian meletakkan kopi itu di atas meja, lalu duduk di sisi Airin.
108.7K viewsOngoingAdded to Library 268 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Mimpi Tentangmu

Mimpi Tentangmu

Wu Jian meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah sementara. "Aku ingin kita berteman." "Anda sudah tidak waras?" "Mungkin kau benar. Zhen Shui selalu saja mengataiku gila. Pada dasarnya kita senasib, bukan?" "Tolong jangan samakan saya dengan Anda." "Dalam mimpimu, Kasim Wu Jian. Status kita berbeda, tapi setidaknya aku tahu kita punya kesamaan. Mengapa kita tidak bekerjasama saja?"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita

Puisi dan syair rasanya ingin aku ucapkan hingga aku bisa yakin kamu bidadari yang sengaja allah ciptakan untukku selama-lamanya. Namun benar tidaknya rasa ini, cukup tuhan yang tahu. Tuhan tidaklah mungkin membuat pertemuan tanpa sebab dan pasti alasan dibalik pertemuan itu, bila memang takdir aku mengenal kamu untuk lebih dekat dan melengkapi ceritamu yang kurang lengkap, maka suatu saat allah pasti akan membuat pertemuan aku dengan kamu berarti hingga menuju jalan pernikahan. Aku berharap kamu sosok wanita solihah dari sejuta ribu banyaknya wanita yang hanya kaulah yang bisa memperbaiki kerinduan menjadi unsur iman dan mengokohkan cinta dengan ketaqwaan.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Kita Saling Berbohong

Kita Saling Berbohong

Bahkan untuk mencukur kumis ia lebih memilih ke salon. Tidak ada satu pun orang yang tahu tentang ini, ia menyimpan rapat tentang segala hal yang menyangkut dirinya. “Itu bukan keburukanmu, Ben, melainkan ketakutan. Ya, kau takut melihat dirimu yang dipenuhi rasa bersalah itu.”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Perjuangan Cinta Kita

Perjuangan Cinta Kita

Tujuannya sekarang adalah membuktikan papanya tidak bersalah dan mencari pelaku sebenarnya atas kejadian satu tahun lalu. “You can definitely face all this, Alexa! (Kamu pasti bisa menghadapi semua ini, Alexa!)” •To Be Continued•
102.4K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Apalagi, yang membuatkan adalah manusia istimewa, makhluk istimewa ciptaan Tuhan. Beberapa lama kemudian, neng Afidah kembali keluar dengan membawa satu ceret kopi. Saya tidak bisa melihat warnanya ketika itu, karena memang wadahnya tidak transparan. Kopi itu adalah kopi untuk santri-santri yang memetik mangga, termasuk saya. Dia berjalan menuju posisi kami berdidi. Lalu, setelah jarak sangat dekat, barulah dia berkata kepada salah satu dari kami. “Kang, ini kopinya. Saya taruh di sini.” Katanya sambil meletakkan ceret kopi pada tanah.
8.99.8K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as kopi tentang kita
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status