Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takdir bukan Milik Kita

Takdir bukan Milik Kita

Untuk apa menikah, jika sendiri justru jauh lebih leluasa melakukan berbagai hal menantang di dunia? Dan bagi Alsava, laki-laki adalah kaum paling hipokrit. Mereka bilang cinta, tapi setelah dapat seolah dibuang begitu saja. Sama seperti ayahnya. “Kak?” Alsava tersentak dari sarapannya begitu mendengar suara Bi Uti, “ngelamunin apa, Kak?” “N—nggak, Bi.” “Itu kemarin siapa Kak yang ngantar ke sini? Betulan calon suami Kakak?”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Kami Bukan Romeo dan Juliet

Kami Bukan Romeo dan Juliet

Mengapa demikian? Bak simbiosis mutualisme, keluarga Edgar datang di saat Andre dan Ayu membutuhkan tempat untuk berteduh dari panas dan dingin. Begitu pula sebaliknya, kebahagiaan keluarga Edgar terasa lebih lengkap dengan adanya Andre dan Ayu di tengah-tengah mereka. Edgar begitu bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang baik seperti Andre dan Ayu. Impiannya untuk terlepas dari rasa kesepian pun dikabulkan oleh Tuhan. Merekalah yang selama ini diidam-idamkan oleh Edgar, dan kini ia tidak pernah merasa kesepian lagi.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Jalan Hidup Kita

Jalan Hidup Kita

Bukan lamaran romantis seperti di film atau drama yang biasa ditontonnya, tapi itu sangat menyentuh hatinya. Kepulan asap terlihat dari cangkir di genggaman tangan perempuan itu, Mia dan Sarah menikmati kopi susu yang mereka minum. Di ruang tamu itu sambil menikmati suasana pagi hari Mia mencurahkan seluruh isi hatinya. Di dunia ini hanya Sarah, seorang bibi baik hati yang dia percayai.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

POV Cahaya Aku sendiri merasakan kopi ku tadi tidak separah mulutnya alex, tetapi tak apa lah bikin lagi, emang bener sih kurang enak di lidah belakang sampai tenggorokan kaya ada yang mengganggu, yaudah bikin lagi, tinggal giling ulang. Aku terkejut melihat mereka berdua berbisik, “dua cowo itu ngapain bisik-bisik, kopi gua yang nggak enak atau apa ya?” “Udah lah, gua harus belajar bodo amat dan pelan-pelan pasti bisa.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

“Dan nggak ada yang menang atau kalah?” “Aku yang menang.” Laya sesap kembali kopinya. Pahit dan manisnya gula rendah kalori bercampur jadi satu. Dan aroma khas kopi yang menguar juga merebakkan sensasi menenangkan. “Aku suka kalau kita ngobrol kayak gini. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Kamu nggak pernah berubah bahkan sampai hari ini; ambisi.”
1.518.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Mertua Bengis dan Pilih Kasih

Mertua Bengis dan Pilih Kasih

I'm sory for being so selfish, I'm sory for my mistakes] [I'm fine, we don't have anything to talk more, we have to stop to talk each other, I've got husband, I'm sory] [Please, we have to keep in touch, kita harus ketemu, aku janji gak akan ganggu kamu, aku mau bicara sama kamu, aku yakin pertanyaan kamu akan terjawab dengan pertemuan kita] [Aku sudah gak butuh lagi penjelasan kamu, kita sudah berbeda, kita urus hidup kita masing-masing saja, selesai!]
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Sketsa Cinta Arina

Sketsa Cinta Arina

Salah tingkah sendiri jadinya. Ada juga kata-kata yang lucu tentang kopi dalam bahasa Indonesia seperti: 'Kopi mengajarkan kita bahwa kehidupan tidak selamanya manis, tapi ada pahitnya juga', 'Kamu dan kopi adalah dua hal yang sama. Sama-sama bikin aku jatuh cinta', 'Kopi itu bagai kehidupan, ada pahitnya ada manisnya. Pahitnya kayak mulut tetangga, manisnya kayak aku', 'Apa persamaan kopi dan kamu? Sama-sama bikin jantungku deg-degan'.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai kopi tentang kita
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Teha
Jika berkenan mohon berikan ulasan tentang novel ini agar saya tahu apa yg pembaca sukai/tidak sukai. (Saya "bayi" penulis yg baru belajar berjalan.) Saya terbuka thd kritik & saran yg membangun, yg akan berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan saya ke depannya. Sekali lagi terima kasih banyak.
Dwi Setiawati Puralangga
Sukaaa bangettttt... Alur ceritanya bikin ingat masa2 muda dulu.. ........ Dibawa mengenang ke masa itu, dan selalu saja senyum2 sendiri tiap baca.. .......... Intinya sukaaaaa.. ...️...️...️. Makasih ya Teha.. Bikin mood jadi bagus...
Baca Semua Ulasan
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

biji kopi hitam keunguan yang berdenyut seperti jantung. Semua mundur selangkah. “Biji kopi apa itu?” tanya Randi, merekam diam-diam. Pria itu bicara. Suaranya berat, seolah berasal dari ruang kosong dalam dada: “Ini... biji kopi dari dunia rasa yang tak sempat jadi kenyataan. Hanya bisa diseduh sekali, hanya bisa diminum oleh yang rela kehilangan rasa lainnya.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Kafa meletakkan cangkirnya lalu menyandarkan punggungnya, memperhatikan sang cucu. "gula pasir yang membuat kopi ini manis tapi disebutnya kopi manis, bukan kopi gula, giliran penyakit baru dibilang penyakit gula. Dari situ Kek, Alfa belajar bahwa kebaikan tidak perlu disebut, tapi untuk dirasakan. Dari situ juga Alfa menemukan kebahagiaan."
9.823.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 847 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Ini kopi apa?” Hairi menelan saliva lalu menjawab dengan sedikit membungkuk. “Kopi Kintamani,” “Nikmat sekali,” puji Safira yang terus menyesap kopinya lalu sesekali mengayunkan jemarinya, memainkan asap kopi yang mengepul. “Aku mengira kopi dari Brazil,” “Apa Mas Haikal mengatakan sesuatu pergi kemana?” tanya Safira menaruh cangkir kopinya lalu menghela nafas. Tatapannya kini beralih pada Hairi yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status