Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Kita Sudah Sampai Ujung

Cinta Kita Sudah Sampai Ujung

Di luar, lalu lintas jalanan ramai, sementara di dalam kafe terdengar alunan musik lembut. Pelayan menghidangkan minuman untuk mereka. Vanesa memesan kopi hitam, tanpa susu dan gula, standar untuk menyegarkan pikiran. Sebagai seorang dokter pengobatan tradisional, Jerry menjadikan prinsip hidup sehat sebagai bagian dari dirinya. Dia hanya memesan air lemon. Melihat Vanesa minum kopi Amerikano, dia agak terkejut. Pria itu berdeham pelan, suaranya terdengar tenang. "Kopi itu sifatnya dingin, sebaiknya jangan terlalu sering meminumnya."
9.5743.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.3K kali sebagai kopi tentang kita
Tampilkan Ulasan (97)
Baca
+Pustaka
Ida Nuraida
Vanessa normal jika kau marah.. tapi terlalu egois sama Regan. Regan dalam masa pencarian jati diri dan pasti akan berdampak tidak baik karena penolakan. justru percaya Jessica.. ah.. runyam. disaat Steven berjuang mendapatkan kepercayaan Vanessa, temperamen Vanessa jadi samar sifat keibuan.
Agis Sat
ceritanya mulai seru guys Vanesa mulai jatuh cinta lagi ke Steven setelah tau pernikahan Steven palsu dan Steven nggali longsoran dengan tangannya sampai terluka gara2 ngira Vanesa kena longsor dan kejebak dimobil. ceritanya ini mulai seru.. mereka kayak anak ABG lagi kasmaran.. makasih kaak author
Baca Semua Ulasan
Selling My Husband

Selling My Husband

Letaknya tak jauh dari kampus ternama di kota itu. Cafe itu diberi nama Kata & Kopi—sebuah permainan kata yang terinspirasi dari Elena yang dulunya pernah bercita-cita menjadi penulis, dan Adam yang kini meracik kopi bukan sekadar untuk minum, tapi sebagai cerita hidup baru mereka. Dan cafe itu ramai.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Kita Tidak Berjodoh

Kita Tidak Berjodoh

Air bening meluncur mulus membasahi pipi tua Inayah. Chandra mengerjapkan matanya, kala sinar mentari menyorot teras rumahnya. Dia terkejut saat mendapati tubuhnya terbalut selimut tipis. Harum aroma kopi menyeruak menusuk penciuman Chandra. Segelas kopi yang masih mengepulkan asap dan sepiring gorengan tersaji di meja uang terletak di sebelah kursi tempatnya tertidur. Rasa haru memenuhi dada Chandra. Itu pasti perbuatan ibu, benak Chandra.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Slide berganti. Layar menampilkan foto punggung seorang petani kopi di pegunungan dengan keranjang penuh buah kopi. “KOPI DENGAN TUJUAN.” From Farmer to Cup. Dita dan Reno langsung menunduk terharu. Mereka tahu, ini bukan lagi sekadar kafe. Aksa melanjutkan. “Konsep kafe kami bukan hanya soal rasa kopi… tapi tentang dampak dari setiap cangkir kopi yang kita minum.”
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Tentang Kita

Tentang Kita

“Iyalah! Biar kita tau berapa persen AKG yang di butuhin berdasarkan kebutuhan energi kita.” Dimas menghela nafasnya panjang, semakin ia di buat kesal maka semakin besar hasrat Pia mempermainkannya. “Alah ribet amat hidup lo, biasanya langsung makan juga!” “Ish, kan gue udah bilang biar naskahnya panjang, kasian otak penulisnya lagi buntu nentuin jalannya sebab ada elo.” “Serah deh, intinya lo mau yang mana. Ambil yang biasa lo makan aja, yang barbeque.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Ia hanya menuliskan satu kata pendek di tengah halaman kosong: "KITA." "Kata itu mengandung hubungan," jelas Lia. "Kejujuran menjadi beban saat kita menanggungnya sendirian. Tapi saat kita sadar bahwa penderitaan dan kebahagiaan ini adalah milik kita bersama, bebannya terbagi menjadi simfoni." Menemukan Nada Tersembunyi
775 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Iya.” Hampir jam tujuh malam saat mereka tiba di kafe yang sudah disepakati. Ammar mengangguk sopan pada lelaki yang umurnya sepertinya tidak berjauhan dengannya. Setelah memesan makanan dan minuman, Ammar diam mendengarkan obrolan antara lelaki yang memperkenalkan diri dengan nama Antonio kepada mereka. "Saat melihat CV Mbak Adelia di Linkedin saya tertarik sekali. Saya langsung observasi ke media sosial dan melihat beberapa contoh desain Mbak disana. Menarik sekali. Terutama yang konsep branding kopi itu."
1017.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
JANIN SIAPA DI RAHIMMU, DEK?

JANIN SIAPA DI RAHIMMU, DEK?

Kok oh doang? "Ya, intinya saling menerima kekurangan pasangan saja. Jangan menuntut kelebihan. Apalagi menuntut apa yang tidak bisa pasangan kita lakukan. Kalau mau meneutut, siap-siaplah untuk dituntut balik. Kalau mau pasangan yang saleha, apa kalian bisa menjadi saleh untuk mereka? Kalau mau yang cantik, apa kalian siap si cewek menolak karena kamu enggak ganteng? Ah, sudahlah. Aku malah jadi seperti orang ceramah. Yang jelas, apa yang kalian lihat sempurna saat ini, belum tentu sama dengan kenyataannya. Bahkan rumah tanggaku jauh dari kata sempurna." Aku beralih menyajikan kopi hangat pada bapak-bapak yang baru datang dan meminta secangkir kopi hitam.
28.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

“Kalau mau santai banget mas mau pesen kopi ya.” Alif menyeruput kopi hitamnya dengan perlahan. Menenangkan hatinya dengan pahit dari rasa kopi. Kopi favorit Alif adalah kopi pahit, baginya rasa pahit yang berasal dari kopi murni kejujuran dan apa adanya. Tak peduli jika ada gula maupun susu yang menjadi campuran, identitas kopi tak akan pernah hilang sedangkan gula dan susu bisa larut. Hidup pun demikian, kopi ibarat prinsip hidup, entah pahit ataupun manis yang dihadapi jika manusia memiliki tujuan dalam hidupnya maka ia selalu bisa melanjutkan hidupnya. “Mas, maafin aku ya,” Nurul membuka percakapan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Mungkinkah Kita Bersama?

Mungkinkah Kita Bersama?

“Gue mau kita putus, Kay.” “Uhuk!” Kay, perempuan yang semula tengah asyik mengunyah beberapa boba di dalam mulutnya mendadak tersedak ketika seorang laki-laki di hadapannya mengatakan hal demikian. “Gi-gimana maksudnya?” Kay mencoba memastikan apa yang dia dengar barusan. Laki-laki itu menatap Kay mencoba mengulangi perkataannya dengan tegas, “Gue mau kita putus.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kopi tentang kita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status