Dimanja Tiga Majikan Cantik
"Cuma ngetes selera humor kamu doang, Sayang. Lagian mangkuk keramik yang kamu pegang itu lumayan bagus juga. Motif bunga mawarnya kelihatan berkelas."
Melihat kami sedang berdiskusi, pemilik galeri yang merupakan seorang pria muda berambut gondrong, segera menghampiri kami berdua.
"Pilihan yang sangat tepat, Kakak. Mangkuk ini dikerjakan manual satu per satu oleh pengrajin lokal kami dari Garut. Kualitas pembakarannya terjamin awet," promosi pria itu membanggakan produknya.
"Bisa pesan dua ribu buah untuk bulan depan, Mas?" tanyaku langsung menembak ke inti permasalahan.