Karma(penyesalan)
"Tidak, dia tak pernah mengentuhku lagi. Aku kesepian. Aki pun wanita normal. Aku butuh sentuhan laki laki,'' Ucapnya pelan, sambil ie menidurkan kepalanya diatas pundak Denis.
"Kalau kau mau, katakan saja, kapanpun aku siap untuk menjadi lawanmu diranjang!" Kini, Denis sudah mulai memancing Adinda lebih intens lagi. Bukannya Adinda merasa terganggu dengan lernyataan Denis, justru sebaliknya. Ia malah merasa bahagia saat Denis menawarkan dirinya untuk melayaninya.
"Apa nanti malam kau bisa menemaniku?"
Hot Chapters