Pesugihan Kandang Bubrah
Arif muncul di belakang mereka, wajahnya tetap tenang.
“Kalian sudah melihatnya sendiri,” katanya pelan. “Ini adalah dunia yang menahan roh-roh mereka yang terikat dengan perjanjian.”
Jatinegara mendengus, mencoba menutupi rasa takutnya dengan kemarahan. “Bagaimana cara kita menemukan Dimas di tempat seperti ini?”
Arif menatap ke kejauhan, ke arah sebuah menara tinggi yang menjulang di tengah kota yang hancur ini. “Kita harus pergi ke pusatnya. Itu adalah inti dari Kandang Bubrah.”