Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

" ( Tidak. Mbah tidur lantai beralas tikar pandan saja) "Mbah, air belum surut," Sapardi menghentakkan pelan kakinya. Air di bawah sana berombak. Sisa sekam menggenang di sekitar, bahkan menempel pada kulitnya, "Andaikan surut pun pasti dingin, Mbah." "Par, Mbah iki ora isa turu kasur utawa turu nduwur," terang Mbah dukun. (Mbah tidak bisa tidur di kasur atau pun tidur atas)
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
(Bukan) Istri Pilihan Sang Pewaris Lumpuh

(Bukan) Istri Pilihan Sang Pewaris Lumpuh

Andro masuk ke kamar Oma, keningnya berkerut kemudian dia bergumam, "Apa ini kasur kapuk?" Oma memang tidak bisa dipisahkan dari kasur kapuk, yang membuat Andro menggeleng. "Kenapa Oma kuno sekali?" Kemudian Andro berbaring di sana. "Tapi lumayan nyaman juga sih." Andro berbaring di sana sendirian. Dan saat Andro mulai memejamkan matanya, dia tidak sadar ada kucing liar yang masuk lewat jendela kemudian naik ke atas ranjang.
9.1140.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
ISTRI SIRI TENTARA  ALIM

ISTRI SIRI TENTARA ALIM

Kamera berputar—dan menunjukkan batas kasur yang tergeletak di lantai. "Ini... ini kasur besar yang biasa kupakai dulu kalau teman-teman SMA nginep. Kami tidur di sini. Lihat! Ada bantal-bantal pemisah. Dia tidur di kanan, aku di kiri. Demi Allah, Oma. Aku nggak nyentuh dia.”
1046.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Melahirkan Keturunan Untuk CEO

Dan memang benar, itu kasur lipat membuat Khalifa dengan sigap mengeluarkannya. Khalifa mengamparkan kasur tersebut, bibirnya tersenyum tatkala ia berbaring di atas kasur tersebut. Walau kecil namun terasa nyaman. Kasur ini lebih biak ketimbang sofa yang mungkin akan membuatnya sakit badan. Khalifa menghembuskan napas sesaat, matanya mendongak ke atas, menatap lampu yang menyorot menyilaukan matanya. “Aku gak bisa tidur jika cahayanya terang begini,” gumam Khalifa menatap lampu yang tergantung di atas langit-langit.
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Menikahi Wanita Selingkuhan Papa

Menikahi Wanita Selingkuhan Papa

"Tapi semiskin-miskinnya aku, aku nggak pernah tidur hanya beralaskan tikar, Pak. Aku tidur di kosan pakai kasur." Nada suaranya tidak meninggi. Justru tenang. Dan entah kenapa, ketenangan itu membuatku semakin kesal. "Halaaahhh... seempuk apa sih kasur di kosanmu itu? Pasti jauh lebih empuk tikar itu. Tikar itu harganya mahal ya, Zahra, jauh lebih mahal dari kasur di kosanmu!" tekanku marah, merasa harus menang dalam perdebatan ini.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas

Jebakan Di Atas Ranjang Pemanas

“Kakak ipar, jangan didorong pakai tongkat dong, geli lho.” Di atas ranjang pemanas, aku dan keluarga istriku tidur berdesakan di satu ranjang yang sama. Adik istriku tidur persis di sebelahku, posisi tidurnya menungging dan menempel tepat di tubuhku. Tubuhnya yang baru tumbuh dewasa, bokongnya yang kencang terasa sangat montok, sampai-sampai membuat emosiku membumbung tinggi. Yang lebih parahnya lagi, sepertinya dia mulai bereaksi karena terdesak olehku. Saat ini, istriku sedang tidur tepat di belakangku dan aku sudah hampir tak tahan lagi….
15.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 492 kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

ucap Abhi jujur. Tiba-tiba, pintu kamar diketuk. Aldi muncul dengan memakai kaus oblong dan celana pendek, tampak sangat santai. "Ay, aku nggak bisa tidur. Kasurnya terlalu empuk, aku terbiasa kasur yang sedikit keras. Boleh nggak aku pinjam bantal ekstra? Atau... gimana kalau kita ngobrol di balkon sebentar? Aku bawa cokelat dari London yang dulu kamu suka."
10753 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Naik Ranjang

Naik Ranjang

Naik pelan-pelan karena takut mengganggu tidurnya. Kupasangkan selimut menutupi punggungnya itu. Kedua netranya telah terpejam. Disertai dengkuran halus yang terdengar dari mulutnya. Sepertinya, dia telah terbang ke alam mimpi. Usai menyelimuti Yuda, aku mengambil posisi di sebelahnya. Mau tidak mau. Sebab, sofa di kamar ini sudah tidak ada. Berganti dengan kasur busa yang biasa dipakai si kembar.
9.8425.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.8K kali sebagai kuda kudaan di kasur
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Tuti Khoiriah Hasibuan
ceritanya bagus tapi sayangnya ditengah2 cerita terlalu banyak cerita yg tidak seharusnya ditulis padahal banyak hikmah yang bisa diambil kesetiaan, kerja keras, keikhlasan dan banyak lagi pesan moralnya author law nulis adegan dikamar layagnya tidak harus sedetail itu juga,
Baca Semua Ulasan
Rahim Penebus Dosa

Rahim Penebus Dosa

jawabnya sembari melangkah membuka pintu kamar di dalam kamar. Aku mengikutinya dan sedikit senang melihat kasur yang luas dan empuk, sama seperti di rumah. Aku tidak peduli dengan gengsi. Aku langsung mengempaskan tubuhku ke kasur itu dalam posisi tengkurap. “Jangan tengkurap, Jena! Ingat, di perut kamu ada nyawanya.”
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Menikahi Anak Presdir

Menikahi Anak Presdir

tanya Kaivan sembari berdiri di depan Arawinda. "Kenyang banget tahu." "Yaudah, istirahat sebentar, bersih-bersih terus tidur." "Kamu di sofa kan?" Kaivan mengangkat kedua alis matanya. "Maksud?" "Kita enggak tidur satu kasur kan?" Senyum geli terlayang. "Untuk apa begitu? Kita kan udah biasa tidur seranjang." "Nah, justru itu, harusnya kita enggak membiasakan hal-hal seperti itu."
102.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kuda kudaan di kasur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status