Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tunangan Dan Sahabat yang Mengacuhkan Kematianku

Tunangan Dan Sahabat yang Mengacuhkan Kematianku

Hari ketiga setelah aku meninggal, tunanganku menerima telepon untuk mengidentifikasi jenazah. Dengan nada tidak sabar, dia berkata, "Kalau sudah mati, ya mati saja. Kuburkan dulu, baru kabari aku." Polisi tak berdaya, lalu menelepon orang kedua yang tercantum sebagai kontak darurat, yaitu teman masa kecilku. Dia tertawa dingin. "Benaran mati? Tapi soal mengurus mayat, bukan urusanku juga, 'kan? Langsung saja dibakar, terus abunya dibuang." Sampai akhirnya, foto jenazahku tersebar di internet. Dalam semalam, rambut tunanganku dan teman masa kecilku sama-sama memutih.
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Obsessed

Obsessed

Obsessed Alina terobsesi pada Lingga—laki-laki dingin yang selalu sulit dijangkau. Setiap langkahnya selalu diperhatikannya, setiap senyumnya membuat hati berdebar. Mereka tertawa, bercanda, dan merasakan chemistry yang sulit diabaikan. Tapi di balik momen manis itu, muncul salah paham, cemburu, dan kata-kata yang tak sengaja menyakitkan hati. Satu malam mengubah semuanya. Alina pergi, meninggalkan Lingga dalam penyesalan dan hati yang hampa. Kini pertanyaannya tersisa: apakah cinta bisa bertahan dari obsesi dan salah paham, atau semuanya hanya meninggalkan luka yang tak mudah sembuh?
721 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

MERTUA BAIK, IPAR NYELEKIT!

Shela dan Fahri baru saja menikah karena perjodohan. Ia pun tinggal di rumah suaminya, dan sangat senang karena mertuanya itu baik padanya. Namun, ia baru tahu bahwa ternyata ipar-iparnya adalah selebgram. Macam-macam tingkah polah mereka, kadang ngelive, kadang bikin konten di media sosial. Sementara Shela hanya diam dan mengamati mereka. Melihat Shela hanya diam tanpa aktivitas, dan dianggap tidak mandiri karena tidak bekerja, ipar-iparnya pun sering meremehkan dan menghina Shela. She tetap diam sambil tertawa dalam hatinya, "jangan pingsan ya kalau nanti kalian tau siapa aku sebenarnya."
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
BENIH 2 MILIAR

BENIH 2 MILIAR

"Sebentar!" Dia menahan kedua sisi tubuhku, saat mendorong bahu lebarnya hingga setengah telentang. "Kamu salah paham, bukan jasa semacam ini yang saya inginkan." "Terus?" "Saya punya istri, dan hanya butuh anak." Aku hanya bisa tertawa saat pertama kali dia datang, menawarkan sesuatu yang lebih berharga dari intan permata. Menceritakan tentang ketidakberdayaan istrinya, dan keputusasaan menghadapi masa depannya. Dia menjanjikan komitmen yang dibalut kesepakatan pernikahan. Kontrak setahun yang bernilai milyaran untuk mengandung anak yang kelak akan mewarisi banyak harta dari dua keluarga kaya yang diuji dengan ketidaksuburannya.
1082.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kuda tertawa
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Dwrite
Hola, Ges. B2M tinggal enam part lagi, ya. Harusnya akhir Agustus udah tamat, cuma karena aku sempet sakit makanya ke-pending. (emot nangis) Kemungkinan akan langsung aku up keenamnya akhir minggu ini (bisa lebih cepet kalau nggak ada halangan) Jadi, mohon maaf kalau updatenya lama, ya. Alapyuuu.
Hida SuryanaNuryani
ending nya itu thor ... cakep tapi sakit hatiii pas tau nindi meninggal, di kira bahagia didunia trnyata di Alam yg berbeda tapi ada bahagianya jga karena nindi insyaa alloh mendapatkan kebahagiaan dan ketanangan abadi ... terimakasih thor... aku udah kek baca kisah nyata aja nih menghayati ny...
Baca Semua Ulasan
Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa

Sepuluh Tahun Saling Menatap, Tak Seindah Saling Melupa

Pada hari ulang tahunku, Alex yang memberi bocoran di media sosial bahwa malam nanti akan memberiku kejutan …. Malah lebih dulu membuatku melihat foto dirinya yang dikirimkan ke media sosial oleh asistennya. Di dalam foto, dia tampak sedang menunggangi kuda bersama asisten wanitanya sore itu. Di foto itu, kerah baju Alex terbuka dan memperlihatkan bekas kemerahan di dada berototnya. [Pengalaman pertama dalam hidup, terima kasih padanya ….] Kolom komentarnya langsung ramai orang-orang yang ikut menggoda: [Iri sekali bisa menyentuh otot dada sebagus itu ….] [Posisi begini memang sulit dikendalikan ….] Bahkan Alex sengaja memberi like pada komentar itu. Hatiku menjadi dingin sepenuhnya. Aku sel
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

Nurul Haruna
Orang lain berkata.  Hubungan mereka penuh kontradiksi. Benar-benar tidak pantas, untuk menjalin hubungan satu sama lain. Di setiap harinya, hanya ada pertengkaran **** "Egois, itu cocok buatmu!" "Diam!" Aruna menggeleng, mulai tertawa remeh. "Nggak suka dibilang egois, tapi nggak sadar kelakuan!" "Kubilang diam! Diam!" Arsen mencengkeram kasar wajah Aruna. Tidak peduli, saat mendengar ringisan Aruna. Aruna menepis kasar tangan Arsen, mulai mengusap wajahnya. Sakit, pada akhirnya diperlakukan kasar lagi. "Diam? Aku hanya mengungkapkan sebuah fakta, kali aja kau emang nggak sadar diri!" Aruna kembali menatap sengit. "Lebih baik kau pergi sana! Kekasihmu yang baru menunggu tuh!"
105.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Pertalian Sejak Kecil

Pertalian Sejak Kecil

Orang tuaku menelepon memberitahukan diriku, mereka akan pergi ke rumah teman masa kecilku untuk menemui calon pasangan yang dijodohkan untuknya. Teman masa kecilku sedang tidur lelap di sampingku. Aku mengira itu hanya lelucon, lalu berkata pelan, "Asterius, mereka bilang sudah mencarikan kamu calon untuk dijodohkan." Dia menjawab dengan malas "hmm", lalu menarikku ke dalam pelukannya. "Wilia yang baik, nanti kamu tolong pilihkan aku baju, lalu rapikan juga gaya rambutku." Melihat diriku tidak bergeming, Asterius membuka mata dan tertawa mengejek. "Eh, kamu kenapa? Kita cuma teman seranjang. Kamu nggak mungkin mengira aku akan menikahi kamu, 'kan?"
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Aku Di Sebelahmu, Tapi Jiwamu Tak Bersamaku

Suamiku memiliki gangguan obsesif-kompulsif. Segala sesuatu di rumah harus mengikuti jadwal yang sudah dia susun. Namun pada hari ulang tahun putri kami, dia malah datang terlambat bersama asistennya. Putri kami yang juga memiliki kecenderungan obsesif-kompulsif, bukan hanya tidak marah, dia malah tersenyum dan meminta mereka berdua menemaninya memotong kue ulang tahun. Melihat mereka bertiga tertawa ceria sambil berfoto bersama dengan wajah yang dipenuhi krim kue, hatiku benar-benar hancur. Keesokan harinya, aku melemparkan surat cerai ke hadapan suamiku. Dia mengernyit, tidak memahami apa yang terjadi. "Cuma karena putri kita nggak memotong kue bersamamu?" "Ya."
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Suamiku Suka Berpura-pura Mati? Akan Kubuat Ia Mati Benaran

Pada bulan ketiga sejak suamiku dinyatakan hilang secara misterius, aku justru melihatnya di sebuah bar. Ia sedang merangkul bahu sahabat wanitanya dan tertawa lepas tanpa beban. “Untung saja kamu kasih ide itu. Kalau tidak, aku hampir lupa rasanya kebebasan.” Teman-teman di sekelilingnya mengangkat gelas dan bersulang satu demi satu, sambil bertanya kapan ia berencana muncul kembali. Ia menunduk sejenak, berpikir. “Mungkin seminggu lagi. Tunggu sampai dia benar-benar mencariku sampai gila baru aku muncul.” Aku berdiri di sudut gelap, memandangnya menikmati kebebasan itu. Lalu, aku menelepon seorang teman yang bekerja di bagian administrasi kependudukan.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Kekasih Suamiku

Kekasih Suamiku

Sepuluh tahun dikhianati, Jihan bertahan demi buah hati. Saat dia ingin menyerah, Aditya justru berdarah-darah ingin memperbaiki semua. Bagaimana akhir kisah mereka? "Kau mau tahu apa itu pengorbanan? Lihatlah aku! Sepuluh tahun aku memeluk luka. Menunggumu yang tertidur lelap agar bangun dan segera sadar kembali. Aku diam dalam nestapa. Menikmati sakit dan nyeri yang setiap detik merongrong hati. Lalu, baru segini kau sudah sesumbar? Berkata seolah kau sudah mengorbankan segalanya dengan kepala tegak dan tatapan bangga di hadapanku? Omong kosong! Jangan membuat aku mati tertawa, Aditya Buana!" -Jihan Qirani-
1037.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kuda tertawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status