KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Ssstt!“ Aku mendekatkan sendok pada mulutnya.
“Jangan banyak menggombal, Ric. Apalagi sama aku yang sudah menikah. Bahaya!“ lanjutku. Tapi dia malah menarik tanganku dan melakukan hal yang tak terduga.
“Aric!“ Pekikku tapi buru-buru kututup mulut saat beberapa pengunjung menatap ke arah kami.
“Jangan teriak-teriak, Khai,“ ucap Aric, pelan.
“Kamu duluan sih,“ sahutku. Aric terkekeh ringan. Lalu menatapku dalam.
“Oh iya, Khai, aku kangen masakan Ayahmu. Gimana kabar beliau sekarang?“
Aku tertegun mendengar pertanyaannya kali ini. Dengan hati bergelayut sendu, aku tersenyum dan menggelengkan kepala.
Hot Chapters