Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

SMA Bakti Jaya juga merupakan SMA dengan fasilitas hi-tech yang lengkap, dengan dewan pengajar yang rata-rata bergelar master, serta gedung yang megah, besar dan eksklusif dengan tingkat keamanan yang tidak perlu diragukan lagi. Taman masih sepi saat Fafa tiba di sana. Ia memilih duduk di kursi panjang yang terbuat dari rotan yang terlihat unik dengan sesekali melihat ke sekeliling, tentu saja mencari-cari sosok Ome, Ocha, Naga dan Atha. Kursi panjang itu terlihat sudah tidak berumur muda, rotan sebagai bahan bakunya terlihat sudah tidak bagus lagi, tetapi masih nyaman untuk digunakan. “Maaf Fafa, sudah lama?”
762 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

Tak ada kursi di rumah yang mereka tempati. Dan memang belum ada dana lebih untuk membeli itu. Sehelai karpet berbahan bulu rasfur dipilih Ranti sebagai pengganti kursi. Ranti menurut. Diikutinya langkah Bayu yang sudah lebih dulu berjalan dan langsung mendudukkan tubuhnya pada karpet bewarna coklat muda itu.
952.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
BUKAN SALAH IBU

BUKAN SALAH IBU

"Tapi aku suka kursi ini. Bolehkah kursi ini untukku?" Aku tertegun sejenak. Kursi rotan itu, baru, dibeli Ayah untuk menggantikan kursi kayu yang dulu kugunakan untuk duduk menunggunya. Seperti de javu, apa yang ku katakan pada Helena sekarang adalah, apa yang sering dikatakan Ibu padaku dulu : masuklah, Bels, tak baik diluar menjelang magrib begini. "Tentu saja. Tak ada yang boleh duduk disini selain dirimu."
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
Nona Incaran Ketua Mafia

Nona Incaran Ketua Mafia

Seluruh perabotan, meja, dan kursi di dalam ruangan ini dipesan secara khusus menggunakan bahan-bahan kayu termahal yang dilapisi beludru berkualitas tinggi. Salah seorang tentara rahasia yang sedang memeriksa ke sela-sela meja kerja Bianchi bergumam dengan suara yang teramat lirih, "Gila... harga untuk satu unit kursi kerja mewah ini saja sepertinya sudah bisa untuk membeli satu rumah megah di kawasan perumahan elit pusat kota. Jika disatukan dengan harga meja mahoni ini, bukankah nilainya sudah cukup untuk membuat kita semua pensiun dan menjadi kaya raya?"
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
Gadis Penari Sang Presdir

Gadis Penari Sang Presdir

ucap Sahara, menepuk-nepuk pegangan kursi dan mengayuhnya pelan. Roy menunduk di belakang istrinya. “Aku sudah tahu kalau kamu pasti akan menyukainya. Aku mendesain kursi ini sendiri dan membuatnya di tempat produksi furniture langganan. Kursi ini kunamakan Talita’s Baby dan aku sudah mematenkannya. Aku bisa memastikan kalau hanya istriku yang menggunakan model kursi ini. Berbahan kombinasi dari kayu dan besi yang kuat. Bisa dipakai untuk sekedar duduk bersantai, dan nyaman saat kamu menyusui atau menimang bayi.” “Suamiku memang hebat. Ternyata juga jago mendesain,” ucap Sahara, meraba dagu Roy yang menunduk di atas bahunya.
9.91.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.2K kali sebagai kursi dari rotan
Tampilkan Ulasan (296)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, Dan ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Joanne Irene
walaupun novel ini udah lama, dan aku baru tau dan baru baca. tp jujur novelnya bagus banget. awalnya masih agak bingung dengan alur ceritanya, tapi pas udah ngalir aja, malah candu banget bacanya. terima kasih author. bisa kali S2? wkwkkwkwkw
Baca Semua Ulasan
Chemistrick

Chemistrick

Meja-meja berbentuk bundar dengan kursi rotan berbantalan empuk menjanjikan kenyamanan bagi para pengunjung. Puluhan roti, cake, puding, dan muffin memenuhi etalase. Robin baru saja terpikirkan hendak memesan roti dan puding saat Vivian kembali ke mejanya. Gadis itu membawa nampan berisi beberapa cangkir kopi yang menguarkan aroma harum. Robin menyukai kopi meski tak bisa disebut mengidolakan minuman itu. Dia memperhatikan dengan ekspresi tercengang saat Vivian memindahkan lima cangkir kopi ke atas meja.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

“Untuk duduk konsumen aku lah, Tan.” “Halah, tinggal ngedeprok di lantai juga tidak apa-apa kok, enggak usah pakai kursi-kursi segala. Terlalu exclusive untuk seorang konsumen baju jahitan.” “Terserah kamu saja lah, Tan. Tetap akan aku bawa baik disetujui atau tidak!” tegasku. “Sudah si, enggak usah ribut. Tinggal beli lagi aja, loh, Bu. Kursi jati kayak gitu mah sudah enggak model,” sahut Reni.
10147.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.4K kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

perintah Ketua Dewan. Dua prajurit berzirah perak maju, menggeser sebuah kursi tua dari sisi aula. Kursi itu sederhana bentuknya, tapi ukirannya penuh simbol kuno. Kayu gelapnya memancarkan aura aneh, seolah menyimpan gema emosi masa lalu. Risa terperanjat. “Itu... Kursi Resonansi.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
HALCYON

HALCYON

0. Namara membuka lembar demi lembar dokumen tersebut dan membacanya dengan seksama, itu nampak seperti sebuah proposal pengajuan upgrading versi sebuah aplikasi tentang design interior virtual yang memuat beberapa item produk-produk UMKM yang tak asing dimatanya seperti kursi rotan, pajangan bebek dari akar bambu, vas tembikar dan lain sebagainya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
Saudara Angkatku, Rivalku

Saudara Angkatku, Rivalku

Lantai kayunya berdecit lembut saat diinjak, menambah suasana sepi yang justru menenangkan. Di ruang tamu, sebuah koper besar berwarna abu-abu masih tergeletak di dekat sofa rotan. Resletingnya belum dibuka. Elira duduk di kursi rotan menghadap jendela besar yang terbuka setengah. Angin pantai meniup rambutnya yang terurai, membuat beberapa helaian menempel di pipinya yang pucat.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai kursi dari rotan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status