Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya
Kuberi terus dia semangat dan kekuatan, tak tega rasanya aku melihat Asmi berada di posisi ini, semua ini tentu sangat berat baginya.
"Sudah meningan kita ajak si Neng pulang aja dulu, Cep," bisik Paman.
Aku menghela napas, mengemudikan mobil dengan kecepatan 60 km/jam, melewati jalan raya KH, Hasyim Ashari yang tidak terlalu padat, musik Jazz yang biasa kunyalakan di radio mobil kuganti dengan lagu anak-anak kesukaan istri bara-baraku, astagfirullah sampai sekarang aku bahkan gak ngerti kenapa Asmi suka sekali dengan lagu anak-anak, padahal usianya sudah mau kepala tiga.