Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Ambisi Sang Pewaris

Terjebak Ambisi Sang Pewaris

Ragu Jolie menekan tombol hijau. "Halo, Jolie." Suara Adrian terdengar di seberang telepon. "Bagaimana kau tahu nomerku?" "Kita dulu dekat, teman kita juga sama, meski kau telah mengganti nomermu, beberapa teman kita menyimpan nomermu yang baru."
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 364 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Berondong Sewaan Pilihan Suamiku

Berondong Sewaan Pilihan Suamiku

gumamnya, namun kedua tangannya tetap menggenggam pinggang Lidya, terlambat untuk mundur. Batas yang tadi masih ia coba pertahankan, kini menghilang sepenuhnya. Azzam memasuki Lidya, dan sudah lama dia tidak menyapa lahan sempit itu. "Kamu memang yang terbaik, Zam. Sudah lama aku merindukan sentuhanmu," puji Lidya sembari mendesah. Kini pakaiannya sudah berantakan. Bagian atasnya terbuka lebar membuat gunung kembarnya terekspos sempurna. Azzam menikmati pucuknya satu persatu. Menghisapnya, membuat Lidya tak kuasa untuk berteriak. Untung ruang karaoke itu kerap suara. Ia sudah memesan ruang VIP. Karena tujuan awalnya dia memang jngin menuntaskan hasrat kerinduannya pada Azzam.
2.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

bisiknya. Setelah makan selesai, Aruna kembali terlelap. Glen tetap duduk di sisi ranjang, tidak ingin kehilangan satu detik pun dari keberadaan perempuan itu. Ia mengeluarkan buku kecil dari tasnya—buku puisi yang ditemukan oleh asisten rumah saat membereskan apartemen. “Dari semua bait yang kau tulis, ini yang paling menyakitkan,” gumam Glen sambil membuka halaman dengan puisi berjudul "Aku Tidak Ingin Mati, Tapi Aku Lelah Hidup Sendiri.”
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

Sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya setelah melihat layar. “Memangnya ada pesan apa, Mas?” tanya Anya, berpura-pura. Ia berusaha meyakinkan Gusti. "Ini hanya urusan pekerjaan yang membosankan. Tidak perlu kamu pikirkan." Gusti melempar ponselnya ke atas kasur, lalu mulai membuka kancing kemejanya. "Bersiaplah. Aku sedang ingin merayakan keberhasilan proyek hari ini bersamamu, gaunnya ganti dengan yang baru dan jangan lupa sepatunya!" pinta Gusti dingin.
881 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

marah Sagara sekali lagi dengan mata yang menukik tajam memberikan sinyal peperangan. "Perasaan dari tadi lo ngabsenin binatang deh, santai kenapa sih? Udah lah, cowok ga bertanggung jawab kaya lo ga usah kebanyakan cocot. Ada cewek dateng baik-baik aja lo langsung kasih dia uang. Emang Asa minta uang lo yang ga seberapa itu? Engga kan?" Bouggghhhh
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Kamu Semangatku

Kamu Semangatku

ujar Rozi melepaskan tangan Rendi. "Rozi!!" sahut Pak Herman agak meninggikan nada suaranya. "Iya pak? Oo iya, saya lupa. Sama sama pak," ucap Rozi yang tak mengerti kode dari Pak Herman. "Rozi, push up 20 kali. Kalau sudah, kamu keluar. Hormat tiang bendera, sampai jam pulang. Mengerti!!" ujar Pak Herman yang marah. "Eh, kok gitu sih," sahut Rozi
103.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Aku Pulang, Tapi Bukan Padamu

Di halaman terakhir, ada sketsa wajah Erica yang digambar dengan pensil, dengan tulisan: Rumahku. Malam itu, untuk pertama kalinya sejak semua ini terjadi, Erica menangis bukan karena sakit, tapi karena haru. Keesokan harinya, Erica membalas dengan sesuatu yang tak terduga. Ia merekam diri sendiri sedang menyanyikan lagu yang dulu selalu mereka nyanyikan bersama—"Kau adalah" oleh Isyana Sarasvati. Suaranya sedikit gemetar di bagian reff, tapi tulus. Untuk mengingatkanmu bahwa ada yang masih menunggu, tulisnya dalam pesan yang menyertai video itu.
868 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Guru Aku Milikmu

Guru Aku Milikmu

Ma Mingzhu menganggukkan kepala "Letakkan tanganmu di atas batu itu" Ma Mingzhu meletakkan kedua tangan miliknya, seketika cahaya warna - warni terpancar dari batu Asal. Kejadian ini tak berlangsung lama, cahaya yang bersinar dari batu Asal kini meredup. "Guru ini.." "Lima element tingkat satu" "Seburuk itu" teriak Ma Mingzhu tak terima. Lima element merupakan tingkat element yang paling buruk.
949 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Panggil Aku Aisyah

Panggil Aku Aisyah

Namun aku akan tetap bersabar dalam menyikapi keadaan ini, karena dibalik derasnya hujan dan badai, pasti akan hadir sebuah pelangi. “Aldiiiii." panggil Aisy dari kejauhan saat diriku melamun dan bersandar pada tembok. “Ehhh Aisy, ngagetin orang aja." jawabku sambil tersenyum. “Abisss, kamu dari tadi ngelamun aja sihh, bikin aku bete aja." jawabnya sambil sedikit cemberut. “Hehehe, iya-iya." balasku.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai lagu azmi
Baca
+Pustaka
Naik Ranjang

Naik Ranjang

Aku terdiam sejenak. Memastikan apa yang kudengar bukanlah satu kesalahan. "T-ta-aruf, Mi?" Azmi mengangguk cepat. "Hilma, izinkan aku jujur tentang satu hal. Tentang satu rasa yang selama ini kupendam sendirian."
9.8425.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.9K kali sebagai lagu azmi
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Tuti Khoiriah Hasibuan
ceritanya bagus tapi sayangnya ditengah2 cerita terlalu banyak cerita yg tidak seharusnya ditulis padahal banyak hikmah yang bisa diambil kesetiaan, kerja keras, keikhlasan dan banyak lagi pesan moralnya author law nulis adegan dikamar layagnya tidak harus sedetail itu juga,
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status